Budidaya Lele Model Bioflok Hasil Fantastis 10x Lipat

sentral peternakan dan budidaya ikan lele bioflok

Budidaya Lele Model Bioflok Hasil Fantastis 10x Lipat yang dipresentasikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan kalau pembudidayaan ikan lele menggunakan sistem bioflok sangan dianjurkan sebab menghasilkan lele hingga 10x lipat dari budidaya lele cara biasa.

Ukuran ideal pada kolam ukuran satu meter kubik bisa dituang 60 ekor lele, maka di kolam bioflok yang sama dapatĀ  berisi 600 lele.

Sistem bioflok tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele

Sistem budidaya lele bioflok tidak memperlukan lahan kolam yang luas, cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka bambu atau besi. Lebih bagusnya kualitas air kolam perlu ditingkatkan dengan cara menggunakan mesin airator yang berfungsi sebagai sirkulasi oksigen di dalam kolam.

Baca :  Jenis Lele Bule Albino Ini di Incar Karena Spesies Yang Langka, Apakah Bisa dibudidayakan ?

Cara budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok yaitu dengan menumbuhkan mikro organisme yang bermanfaat untuk mengolah limbah budidaya itu sendiri yang berubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang nantinya sangat bermanfaat sebagai makanan ikan yang alami.

Pertumbuhan mikro organisme muncul secara otomatis dengan cara memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) yaitu berupa minyak dari tepung ikan yang sudah difermentasi dan molase (tetes tebu) dimasukkan ke dalam kolam ikan, ujarnya.

Baca :  Motivasi Sukses Budidaya Ternak Lele dan Bisnis Olahan Ikan Lele

“Sesudah 3-5 hari nanti akan muncul jentik-jentik mikro organisme, lalu tebarkanlah benih-benih dari ikan lele yang sudah disiapkan yang berukuran sekitar 7-10 cm. Bila keasaman kolam sudah meningkat maka netralisirlah dengan garam dan kapur, karena dengan sistem ini air yang berkualitas diutamakan”

Dalam waktu 45 hari, lele yang sudah berbobot enam-sembilan ekor per kg tersebut siap panen, tambahnya.

Baca :  Teknik Pembesaran Ikan Lele dan Antisipasi Hama Penyakit

Sistem bioflok yang diperkenalkan oleh Suprapto ini, lanjut dia, mampu mendongkrak produktivitas karena dalam kolam yang sempit dan waktu yang relatif singkat dapat diproduksi ikan lele yang berlipat kali lebih banyak, sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

Panen lele dengan sistem bioflok belipat keuntungannya, kolam yang kecil saja bisa berisi lele siap konsumsi yang bertumpang tindih seperti cendol. Bila harga lele Rp 18-20 ribu per kg pembudidaya lele untung besar,” bilangnya.