Lele

Budidaya Lele Model Bioflok Hasil Fantastis 10x Lipat

cara ternak lele sistem bioflok

Budidaya Lele Model Bioflok Hasil Fantastis 10x Lipat yang dipresentasikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan kalau pembudidayaan ikan lele menggunakan sistem bioflok sangan dianjurkan sebab menghasilkan lele hingga 10x lipat dari budidaya lele cara biasa.

“Katakan saja kolam biasa satu meter kubik bisa dituang 60 ekor lele, maka di kolam bioflok yang sama dapat  berisi 600 lele,” kata Kepala Bidang Pelayanan Teknis Sosial Ekonomi Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan Catur Pramono Adi di sela Bimbingan Teknis Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan di Subang, Jabar, Senin (23/11).

Baca Juga :  Pengaruh Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga Lele

Baca juga :

Sistem Budidaya Ikan Lele Tanpa Ganti Air dan Percepatan Pertumbuhan

Tips Pemeliharaan dan Pembesaran Ikan Patin secara Intensif

Cara Modern Ternak Ikan Gurame Cepat Besar Cepat Panen

Sistem bioflok tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele

Catur Pramono Adi menuturkan pada sistem bioflok tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele. Cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka bambu atau besi. Namun, dengan kualitas air yang ditingkatkan menggunakan mesin airator yang memasok sirkulasi oksigen dalam kolam.

Budidaya ikan lele sistem bioflok dilakukan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang justru bermanfaat sebagai makanan alami ikan.

Baca Juga :  Jenis Lele Bule Albino Ini di Incar Karena Spesies Yang Langka, Apakah Bisa dibudidayakan ?

Pertumbuhan mikroorganisme dipicu dengan cara memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) berupa minyak dari tepung ikan yang difermentasi dan molase (tetes tebu) ke dalam kolam, ujarnya.

“Setelah beberapa hari dan muncul jentik-jentik mikroorganisme baru ditebarlah benih ikan lele ukuran sekitar 7-10 cm. Jika keasaman kolam meningkat dinetralisir dengan garam dan kapur karena pada sistem ini air yang berkualitas diutamakan,” kata Catur.

Dalam waktu 45 hari, lele yang sudah berbobot enam-sembilan ekor per kg tersebut siap panen, tambahnya.

Baca Juga :  Motivasi Sukses Budidaya Ternak Lele dan Bisnis Olahan Ikan Lele

Sistem bioflok yang diperkenalkan oleh Suprapto ini, lanjut dia, mampu mendongkrak produktivitas karena dalam kolam yang sempit dan waktu yang relatif singkat dapat diproduksi ikan lele yang berlipat kali lebih banyak, sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

Panen lele dengan sistem bioflok belipat keuntungannya, kolam yang kecil saja bisa berisi lele siap konsumsi yang bertumpang tindih seperti cendol. Bila harga lele Rp 18-20 ribu per kg pembudidaya lele untung besar,” bilangnya./Sumber : Antara

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close