Toga, Herbal & Kesehatan

Obat Atasi Kanker Serviks Dengan 5 Bahan Alami Ini

Penyakit kanker serviks merupakan sebutan untuk sel kanker yang berkembang biak pada leher rahim. Sebagian besar disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus) yang menyerang vagina. Kanker serviks umumnya sulit terdeteksi pada stadium awal, biasanya gejala mulai muncul ketika sudah memasuki stadium lanjut. Sehingga penangananya pun terlambat, dan korban berjatuhan karena penyakit ini.

 

Hingga saat ini, kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya dan banyak ditakuti oleh kaum hawa. Kanker serviks menempati peringkat ke-2 setalah kanker payudara, ia hampir membunuh 200.000 wanita di seluruh dunia setiap tahunnya. Sepertiga penderita kanker di Indonesia merupakan penderita kanker serviks. Bahkan setiap jamnya terdapat 1 wanita meninggal akibat kanker serviks. Parahnya, kanker serviks tak pandang usia dalam menyerang wanita. Tak heran jika di  Indonesia dan berbagai negara menjadi masalah terbesar dan sorotan utama.

 

Baca juga:

Mengetahui Lebih Jauh Penyakit Kanker Serviks

Bajakah Obat Kanker Terbaik Yang Ada di Hutan Kalimantan Suku Dayak

Penyebab Kanker Tumbuh Itu Akibat Kecerobohan, Inilah Pengobatannya

Pemanfaatan Bajakah Obat Kanker oleh Masyarakat Dayak Ngaju Sejak Ratusan Tahun

Apakah Gula Merah Aman Bagi Penderita Diabetes?

 

Pengobatan Kanker Serviks dengan Herbal Alami

 

Penelitian demi penelitian dilakukan oleh para ahli untuk menyelamatkan kaum hawa dari ganasnya kanker serviks. Selain penanganan medis, pengobatan secara herbal dapat dilakukan. Apalagi masyarakat mulai gencar mencari obat alami yang memiliki efek samping lebih rendah daripada tindakan medis. Faktanya, ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat herbal kanker serviks.

 

Berikut adalah bahan yang dapat anda gunakan untuk membantu mengatasi kanker serviks :

Kulit manggis

 

Kulit manggis sejak dulu dikenal memiliki khasiat yang luar biasa. Kondisi ini didukung dengan adanya senyawa xanthone yang terkandung didalamnya. Senyawa ini biasanya digunakan sebagai antioksidan, dapat mencegah diabetes, serta obat kanker serviks. Salah satu pemicu utama pertumbuhan sel kanker adalah radikal bebas. Di sini, antioksidan lah yang berperan penting dalam melawan radikal bebas.

Baca Juga :  Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit Dengan Kelapa

Selain xanthone, kulit buah manggis mengandung mangostin, mangostenol, mangostenol A, mangostenol B,trapezifolixanthone, tovophyllin B, garcinon B, alfa mangostin, beta mangostin, flavonoid epicatechin, dan gartanin yang mana semuanya berguna sekali untuk kesehatan tubuh.

Di luar negeri, ekstrak kulit manggis dikemas dalam kapsul. Biasanya dikonsumsi untuk suplemen diet, antioksidan, dan obat anti-kanker. Sedangkan di Indonesia sendiri, pengembangan dan produksi obat herbal dari kulit manggis sedah menjamur dan merajai pasaran. Berdasarkan penelitian moongkarndi (peneliti fakultas farmasi Univ Mahidol), ia menguji xanthone dengan kultur sel kanker payudara manusia. Hasilnya ekstrak kulit buah manggis mempunyai sifat anti-proliferasi /perkembangan yang kuat dalam melambatkan perkembangan sel kanker. selain itu, bersifat apoptosis (kematian secara terprogram) pada sel kanker dengan pernentuan perubagan morfologi DNA dan oligonucleosomal. Ini artinya xanthone dapat mendorong penghancuran sel kanker itu sendiri. Tak heran jika senyawa ini berpotensi sebagai agen kemoprevensi kanker.

 

Daun sirsak

 

Berbagai penelitian membuktikan bahwa daun sirsak punya banyak manfaat  yang besar untuk kesehatan tubuh. Karena mangandung senyawa bioaktif fitokimia yang banyak sekali, daun sirsak cocok untuk obat kanker serviks stadium lanjut. Kandungan daun sirsak yang paling penting adalah annonaceceous acetogenins. Senyawa ini merupakan antioksidan yang sangat kuat dan mempunyai sifat pembunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat disekitarnya.

Penelitian pertama dilakukan oleh Indiana di Universitas purdue, AS. Hasilnya menunjukkan bahwa acetogenins memiliki sifat sitotoksis terhadap sel kanker. Didukung dengan penelitian lainnya, daun sirsak mengandung cis-annonacins yang merupakan salah satu senyawa acetogenins. Cis-annonacins bersifat selektif memilih mana sel yang harus dibunuh dan mana sel yang harus dibiarkan hidup.

Berbagai kandungan daun sirsak menjadikannya obat dalam menghambat sel kanker dan bahkan menyembuhkan kanker lebih cepat dan efektif dari kemoterapi. Beberapa penderita kanker enggan melakukan kemoterapi dikarenakan biaya yang mahan dan efek samping (rambut rontok dan kehilangan berat badan). Lebih menakjubkan lagi, daun sirsak mengandung bahan aktif 10.000 lebih kuat dari kemoterapi.

Baca Juga :  Pengertian Eksim Serta Penyebab dan Gejalanya

Untuk mendapatkan segudang manfaatnya, cukup rebus daun sirsak dan minum secara rutin setiap hari. Jika tak mau repot, bisa konsumsi berupa ekstrak dalam bentuk obat herbal yang sudah beredar di pasaran.

 

Jahe

 

Siapa yang tak kenal dengan jahe, rempah yang memiliki banyak khasiat. Biasanya jahe  dipakai sebagai tambahan bumbu masak dan minuman. Memiliki rasa pedas atau panas, cocok digunakan sebagai minuman penghangat badan. Studi terbarunya jahe dapat mengobati kanker serviks karena mengandung anti-kanker.

 

Terbukti dari percobaan Dr. Rebbeca Liu asisten professor aspek obstetric and ginekology di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center AS. Ia melarutkan bubuk jahe kemudian  diberikan pada sel kultur sel kanker ovarium. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jahe melenyapkan sel kanker dengan 2 jalan yaitu:

 

  1. proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy.
  2. proses pemakanan sel.

Strawberry

 

Strawberry memiliki tekstur cantik, warna menarik, dan kecil. Cita rasanya asam segar, sehingga digunakan sebagai bahan perasa tambahan selain coklat untuk es krim, sirup, atau kue. Warna merahnya didapatkan dari pigmen antosianin yang dikandungnya.

 

Peneliti asal Universitas of Mississippi telah melakukan eksperimen terhadap senyawa antosianin, hasilnya menunjukkan bahwa antosianin dapat memiliki sifat anti-kanker terhadap pertumbuhan sel kanker serviks maupun sel kanker payudara. Penelitian lainnya (Universitas of Georgia) juga mendukungnya, mereka menyatakan bahwa senyawa antosianin dapat menghambat perkembangan sel kanker hingga 50%. Tidak berhenti di situ, Biochemistry and cell biology menerbitkan jurnal yang meyakinkan antosianin sebagai pembasmi sel kanker. Hasil study in-vitronya adalah mengurangi produksi Matrix metalloproteinases (MMPs) setelah 24 jam terpapar senyawa antosianin. MMPs merupakan enzim yang berperan dalam proses metastastis/penyebaran sel tumor dan kanker ke jaringan lainnya. Dari berbagai penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa antosianin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker serviks secara efektif, bahkan hingga mencapai 50%.

Baca Juga :  Tips Untuk Menyembuhkan Flu Dengan Cepat dan Alami

 

Selain antosianin, strawberry juga diperkaya vitamin C dan serat, rendah kalori, potassium/kalium, folat, dan asam elagik. Senyawa asam elegik berperan sebagai anti-mutagen, anti-karsinogen, dan inisiator anti-kanker. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Dr. Daniel Nixon dari The Hollings Cancer Institute (Univerity of South Carolina) terhadap 500 penderita kanker serviks. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa asam elagik berperan dalam menghambat mitosis dan proses poliferasi sel kanker, serta menginduksi proses proliferasi dan apoptosisi sel kanker serviks.

 

Rasa asam identik dengan kandungan vitamin C, strawberry mengandung vitamin C sekitar 56,7 mg/100 gr. Cukup makan 8 buah/hari sudah memenuhi kebutuhan vit c dan serat orang dewasa.Tak heran jika buah ini mampu menurunkan resiko terkena penyakit kanker sebesar 37%. The lowa women’s health study mengakui buah ini sebagai obat herbal kanker serviks serta pencegahannya.

 

Sarang semut papua

 

Belum banyak orang kenal jenis tanaman sarang semut papua ini. Tanaman ini hanya tumbuh di pedalaman hutan papua dan sangat sulit mendapatkannya. Ia merupakan tanaman obat tradisional, banyak digunakan masyarakat papua untuk menyembuhkan penyait turunan dan obat kanker rahim. Sarang semut papua mengandung senyawa aktif antara lain fenolik, flavonoid, tokoferol, beragam mineral yang berperan sebagai anti-kanker dan anti-oksidan.

Ada baiknya Sarang semut dipadukan dengan pengobatan medis pada stadium lanjut, karena sel kanker sudah menyebar secara cepat. Perlu diimbangi penanganan medis. Cara mengkonsumsi sarang semut cukup rebus sarang semut kemudian diminum secara rutin selama 1 sampai 2 bulan.

 

Itulah sebagian herbal alami yang dipercaya dalam mencegah dan mengobati kanker serviks. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masih banyak bahan alami lainnya yang layak digali khasiatnya untuk pengobatan kanker serviks.

 

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca Juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close