Toga, Herbal & Kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Imun dan Mencegah Infeksi Penyakit

Menjaga tubuh tetap sehat terhindar dari bahaya pathogen bakteri dan virus

Kebiasaan gaya hidup sehat merupakan kunci utama menjaga sistem imum dalam bekerja mencegah penyakit dan infeksi. Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar memang merupakan tugas sistem imum. Mereka terdiri dari sel-sel yang berada pada kulit, darah, sumsum tulang, jaringan, dan organ yang bekerja menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari pathogen berbahaya seperti bakteri dan virus. Selain itu juga membatasi kerusakan karena agen non –infeksius seperti sunburn atau kanker.

 

Proteksi tubuh terbaik adalah setiap komponen sistem imum bekerja secara tepat sesuai dengan rencana. Bagaimana memastikannya? Tentunya dengan menjalankan perilaku hidup sehat setiap hari. Dilansir dari Everyday Health, berikut adalah kunci dalam menjalankan gaya hidup sehat yang dapat menjaga sistem imun tubuh :

Baca juga:

Sebab dan Gejala Sistem Imun Menurun

Cara Meningkatkan Sistem Imun Secara Alami

Manfaat Vitamin yang Harus Kamu Ketahui

Pola makan sehat

Apa-apa yang anda makan adalah hal penting dalam kesehatan tubuh. Nutrisi yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Nutrisi yang baik akan mempermudah tubuh untuk menjaga sistem imun tetap berjalan sebagamana mestinya. Khususnya nutrisi yang berasal dari tumbuhan, seperti buah, sayur, herbal, dan rempah. Sebagian besar dari mereka mengandung antivirus dan antibakteri. Tentunya, kondisi ini memudahkan sistem imun untuk melawan infeksi.

Juni 2017, International Journal of Molecular Science menerbitkan penelitian yang menyatakan bahwa rempah-rempah seperti cengkeh, oregano, thyme, kayu manis, dan jintan mengandung antivirus dan antimikroba. Mencegah pertumbuhan bakteri pada makanan seperti Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens, dan juga jamur berbahaya seperti Aspergillus flavus. Serta mikroba yang resisten terhadap antibiotic seperti Staphylococcus aureus.

Makanan sehat harusnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan sistem tubuh dalam menjalankan tugasnya. Mikronutrien seperti zat besi, folat,  seng, selenium, tembaga, vitamian (A, C, E, B6, B12) memang dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun jangan menyepelekan tugasnya. Masing-masing mempunyai peran khusus dalam menunjang fungsi sistem imun. Jadi pastikan penuhi mikronutrien.

Baca Juga :  6 Kebiasaan yang Menyebabkan Melemahnya Sistem Imun Tubuh

 

Penelitian November 2017 dalam Nutrients mengungkap bahwa kekurangan vitamin C dapat meningkatkan kemungkinan tubuh akan terinfeksi. Tubuh kita tidak memproduksi vitamin esensial ini, jadi kita dapat mendapatkannya melalui makanan yang kita makan seperti berbagai macam jeruk dan kiwi. Usahakan agar kita rutin mendapatkan 95 mg vitamin C untuk memenuhi  kebutuhan harian vitamin C.

Selain mikronutrien, ada juga makronutrien seperti protein. Makronutrien ini dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak. Seperti kita tahu, protein berperan penting dalam kesehatan sistem imun. Asam-asam amino dalam protein membantu tubuh dalam membangun dan memelihara sel-sel sistem imun. Jika kekurangan protein, akan mengakibatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi menurun. Jadi anda akan lebih rentan terhadap infeksi atau penyakit.

 

Fokus pada makanan plant-based atau tumbuhan. Kita dapat menambahkan buah atau sayuran pada sup dan semur, smoothies, dan salad. Atau jika bisa, kita dapat memakannya sebagai cemilan. Wortel, brokoli, bayam, paprika merah, apricot, jeruk, anggur, dan strawberri merupakan sumber vitamin A dan C yang baik. Sedangkan untuk protein, kita dapat memenuhinya dari biji-bijian dan kacang-kacangan, bahkan vitamin E dan zinc pun juga terpenuhi. Sumber protein dan zinc lainnya juga terdapat pada seafood, daging tanpa lemak, dan unggas.

 

Mengelolah stres

Stress jangka panjang dapat meningkatkan hormon steroid kortisol secara kronis. Jiaka kadar kortisol terus menerus tinggi, keadaan ini akan menghambat sistem imun menjalankan tugasnya melindungi tubuh dari ancaman kuman seperti virus dan bakteri.

Terdapat banyak teknik dalam mengurangi stress. Namun tidak semua orang memiliki teknik yang sama, bisa jadi teknik A cocok untuk saya tapi belum tentu cocok untuk anda. Kuncinya, bagaimana mencari teknik mana yang cocok.

Teknik mengelolah stress bisa dengan meditasi, membuat jurnal, atau melakukan aktifitas apa pun yang kita sukai. Bisa memancing, bermain golf, menggambar, atau olah raga lainnya. Setidaknya cobalah satu aktifitas setiap hari untuk mengurangi stress. Mulai dari hal kecil. Usahakan sediakan waktu 5 menit di beberapa titik setiap hari, lalu bersenang-senanglah.

Baca Juga :  7 Cara Alami Menghaluskan Kulit Telapak Tangan yang Kasar

 

Tidur berkualitas

Menjaga kualitas tidur dapat meningkatkan sistem imun. Tubuh akan healing dan beregenerasi saat dalam keadaan tidur.

Sitokin adalah sejenis protein yang berperan melawan dan memicu peradangan. Sel T adalah sejenis sel darah putih yang mengatur respon sistem imun. Interleukin 12 adalah sitokin pro inflamasi. Ketiga agen imun tersebut diproduksi dan disebarkan saat tubuh dalam keadaan tidur.

Ketika kebutuhan tidur tidak tercukupi, maka akan berakibat sistem imun tidak berjalan sebagai mana mestinya. Menjadikannya kurang dalam menjaga tubuh dari infeksi sehingga tubuh rentan sakit. Kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar kortisol.

Alangkah lebih baik jika kebutuhan tidur terpenuhi, setidaknya 7 jam dan konsisten dengan jadwal tidur kita. Pastikan mendapat kualitas tidur yang baik. Tempat tidur yang bersih dan nyaman, matikan gadget 2-3 jam sebelum tidur, hindari percakapan yang menimbulkan stress.

 

Olahraga rutin

Dengan olahraga rutin dapat menurunkan resiko terkena penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung, serta infeksi virus dan bakteri. Ketika berolahraga hormon endorphin diproduksi, sehingga ini merupakan salah satu teknik dalam mengurangi stress. Apa itu hormon endorphin? Hormon endorphin adalah salah satu hormon yangdapat mengurangi rasa sakit dan menciptkan rasa bahagia. Ketika stress mengahambat sistem imun, dengan berolahraga secara rutin dapat meingkatkan respon sistem imun.

Penelitian tahun 2018, menyatakan bahwa olahraga dapat mempengaruhi hingga tingkat sel, dimana membuat sistem imun lebih waspada dan aktif. Mendistribusikan sel-sel imun ke seluruh tubuh untuk mencari sel-sel yang rusak atu terinfeksi.

Dalam seminggu, orang dewasa dianjurkan setidaknya berolahraga 150 menit olahraga ringan seperti jalan, jogging, atau bersepeda. Jika memilih olahraga berat seperti lari atau aerobic setidaknya 75 menit dalam seminggu.

Baca Juga :  Tips Untuk Menyembuhkan Flu Dengan Cepat dan Alami

Jika memungkinkan, berolahragalah di luar. Menjalankan aktifitas di luar dengan pemandangan alam dapat meningkatkan mood, menurunkan tekanan darah, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan kesehatan sistem imun.

 

Hindari merokok

Merokok maupun asap rokok dapat mempengaruhi sistem imun tubuh. Rokok melepaskan senyawa kimia seperti  karbon monoksida, nikotin, nitrogen oksida, dan cadmium. Dimana senyawa tersebut dapat mengganggu pertumbuhan dan fungsi sel-sel imun (sitokin, sel T, dan sel B).

Efek samping lainnya, merokok dapat memperburuk infeksi virus dan bakteri terutama pada paru-paru (pneumonia, flu, dan TBC), serta autoimun. Jadi hindari merokok, karena dapat memperburuk sistem imun. Jika tidak merokok, sebisa mungkin hindari asap rokok.

Jika terlanjur kecanduan rokok, bisa meminta bantuan seperti konseling, produk pengganti nikotin, obat resep non-nikotin, dan terapi perilaku untuk menghentikan kebiasaan merokok.

 

Pastikan kondisi penyakit kronis under control

Penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes dapat mempengaruhi fungsi sistem imun, bahkan meningkatkan resiko terinfeksi.

Misalnya, orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak menjaga tingkat gula darahnya dapat mengakibatkan respon peradangan kronis tingkat rendah, yang mana dapat melemahkan sistem imun atau pertahanan tubuh. Contoh lainnya, orang dengan penyakit asma akan lebih rentang terkena flu, dan bahkan dapat memperburuk asma-nya akibat dari infeksi.

Orang tanpa penyakit kronis jika terinfeksi, mungkin tidak terlalu susah untuk pulih. Berbeda dengan orang dengan penyakit kronis jika sakit terinfeksi, akan lebih banyak membutuhkan upaya untuk pulih. Waktu yang dibutuhkan juga lama.

Akan meringankan tugas sistem imun, jika kondisi penyakit kronis under control. Artinya, tetap menjaga kondisi penyakit kronis dengan baik, tidak memperburuk keaadaan penyakit kronis. Tetap rutin control ke dokter dan menjaga kebiasaan sehat.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close