Toga, Herbal & Kesehatan

Hindari Berlebihan Makanan dan Minuman yang Dapat Meningkatkan Detak Jantung

Banyak bertebaran makanan dan minuman yang dapat meningkatkan detak jantung. Anda mungkin pernah merasakan detak jantung yang cepat, atau berdebar-debar setelah mengkonsumsi suatu makanan. Efek samping ini mungkin hanya sebentar dan cepat berlalu. Namun tetap perhatikan dan hindari konsumsi dalam jumlah besar.

Normalnya, detak jantung sekitar 60 hingga 100 denyut per menit. Namun ada beberapa kasus, misalnya atlet, terkadang memiliki detak jantung 40 denyut per menit namun dia sehat.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi detak jantung, baik internal maupun external. Faktor internal biasanya dipengaruhi oleh umur, kesehatan kardiovaskular, kondisi mental, berat dan tinggi badan, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Sedangkan faktor external seperti suhu udara dan makanan yang dikonsumsi.

Menurut Havard Health Publising, makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan kardiovaskular. Terlalu banyak kafein, coklat, dan alcohol menyebabkan jantung menjadi berdebar-debar. Sedangkan menurut Mayo Clinic, konsumsi monosodium glutamate (msg) dapat menyebabkan jantung menjadi berdebar-debar. Makanan dan minuman yang menjadikan jantung berdebar-debar, cenderung dapat juga meningkatkan detak jantung.

Baca Juga :  Cara Membuat Puding Brem dengan Saus Lemon yang Enak

 

Kondisi jantung yang berdetak terlalu cepat disebut dengan takikardia. Kondisi ini normal, namun dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah seperti pusing, nyeri dada, kesulitan bernapas, kelelahan, atau pingsan. Jika anda sering mengalami takikardia, rubahlah gaya hidup dan pola makan anda untuk mengurangi gejala tersebut.

Dilansir Live Strong, berikut adalah makanan dan minuman yang dapat meningkatkan detak jantung anda :

 

Minuman yang Meningkatkan Detak Jantung

Minuman yang mengandung kafein berpotensi menyebabkan berbagai efek samping. Tidak selalu kopi, teh dan minuman berenergi juga mengandung kafein. Produk-produk tersebut berpotensi meningkatkan detak jantung. Terkadang juga menyebabkan efek samping sakit kepala, mual, dan gelisah.

Bukan berarti anda tidak bisa mengkonsumsi minuman berkafein, tentu tetap bisa. Namun batasilah. Jurnal yang diterbitkan Trends in Endocrinology and Metabolism bulan Oktober 2014 menyatakan bahwa konsumsi kafein 400 mg per hari tidak menyebabkan efek samping. Adapun jurnal lain, September 2013 yang diterbitkan Journal of the American College of Cardiology mengatakan 2 atau 3 kopi per hari dianggap sehat, bahkan bermanfaat bagi tubuh.

Baca Juga :  7 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan Tubuh

Berikut adalah daftar minuman beserta kandungan kafeinnya per sajian (± 240 ml):

  • Kopi = 95 – 330 mg
  • Kopi instan = 30 – 70 mg
  • Teh hitam = 40 – 74 mg
  • Teh hijau = 25 – 50 mg
  • Teh olong = 21 – 64 mg
  • Minuman bernergi = 33 – 400 mg

Daftar di atas bisa anda gunakan sebagai patokan dalam memilih minuman, agar tidak kelebihan kafein. Jadi, ini bisa menjadi solusi bagi anda yang mengalami efek samping kardiovaskular. Tidak perlu menghilangkan semuanya, hanya membatasinya. Bisa dengan mengkonsumsi produk yang berbeda.

 

Makanan

Coklat biasa digunakan pada minuman dan dessert. Coklat pun mengandung kafein. Dalam jumlah kecil coklat dapat memberikan keuntungan berupa membantu modulasi sistem imun dan kardiovaskular. Coklat pada dasarnya baik untuk jantung karena mengandung berbagai antioksidan. Jika anda konsumsi dengan bijak.

Baca Juga :  Manfaat Tumbuhan Picisan Bagi Kesehatan Tubuh

Terlalu banyak mengkonsumsi coklat menurut jurnal berjudul “Impact of Chocolate on The Cardiovascular Health” (Gammone MA dkk, 2018) dapat menyebabkan masalah kardiovaskular. Masalah ini timbul dari kafein yang terkandung dalam biji kakao. Efek samping yang dialami tergantung seberapa banyak mengkonsumsi coklat.

 

Nutrisi untuk kesehayan kardiovaskular

Makanan yang mengandung kalium dan magnesium adalah makanan yang baik untuk kesehatan cardiovascular. Kedua nutrisi tersebut dapat mengatur tekanan darah dan menjaga fungsi jantung tetap normal. Selain itu ada natrium dan vitamin D yang juga mempengaruhi tekanan darah.

Natrium biasanya terdapat dalam garam. Sebagian besar orang mengkonsums garam berlebihan, ini tidak baik. Batasan natrium yang dikonsumsi sekitar 1.500 mg sampai 2.300 mg per hari. Kelebihan natrium dapat menyebabkan meningkatknya tekanan darah dan berakibat buruk untuk kesehatan kardiovaskular.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close