Toga, Herbal & Kesehatan

Tips Sehat Berdasarkan Fase Siklus Haid

Mentruasi atau biasa dikenal dengan haid merupakan keluarnya darah dari rahim wanita setelah fase ovulasi. Terjadinya haid karena luruhnya dinding rahim yang disebabkan oleh sel telur yang tidak dibuahi sperma. Normalnya haid terjadi sebulan sekali dengan siklus 28 hari. Siklus haid yang normal terjadi antara 21 sampai 35 hari. Jadi kamu tak usah khawatir jika siklus haidmu lebih dari 28 hari.

 

Datangnya haid dapat menyebabkan perubahan yang terjadi pada tubuh serta mempengaruhi segala aspek kehidupan anda, mulai dari nafsu makan yang meningkat sampai nyeri perut dan badan pegal pegal. Tentunya ini sangat mengganggu kamu. Untuk mengatasi nyeri perut kamu bisa konsumsi kunyit asam atau obat pereda nyeri yang ada di apotek.

Baca juga:

7 Makanan Penting Saat Menstruasi

Rahasia Reproduksi Wanita Sehat Secara Alami

Atasi Kanker Serviks Dengan 5 Bahan Alami Ini

Bajakah Obat Kanker Terbaik Yang Ada di Hutan Kalimantan Suku Dayak

 

Sepanjang periode haid atau selama 28 hari ternyata dapat mewakili pergeseran hormonal yang dapat mempengaruhi bagaimana kamu tidur, olah raga, bahkan makanan yang dibutuhkan tubuhmu. Daripada kesehatanmu dikendalikan siklus haidmu, lebih baik jika kamu membalikkan keadaan dengan memberikan makanan yang dibutuhkan tubuhmu di setiap fase yang berbeda. Perlu diketahui, dalam 1 siklus haid terdapat 4 fase, yaitu menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal. Setiap fase ini memiliki perlakuan khusus yang berbeda. Sehingga kamu dapat mendapatkan haid bebas hambatan dan teratur tiap bulannya. Untuk memnuhi kebutuhan tubuhmu ikuti tips sehat berdasarkan fase siklus haid di bawah ini.

Baca Juga :  Apa Saja Manfaat Kecubung Itu?

 

Fase Siklus Haid :

Fase Menstruasi (Hari ke 1 -5)

Makanan

Pada fase ini kamu akan banyak kehilangan zat besi yang terkandung dalam sel darah merah. Untuk mengatasi kehilangan yang begitu banyak kamu bisa menggantinya dengan mengkonsumsi makanan penting saat haid seperti daging merah, asparagus, bayam, brokoli, strawberri, tomat, dan jeruk.

Untuk mengatasi nyeri dan peradangan yang terjadi konsumsilah minyak ikan, jahe (seduhan jahe), buah berii, kunyit asam, dan kari.

 

Olahraga

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan seperti yoga, berjalan, stretching dapat meringankan nyeri, memperbaiki mood, serta membantumu lebih fokus.

 

Tidur

Perubahan hormon dapat menyebabkan suhu badanmu lebih tinggi dan nyeri/kram yang mana dapat menganggu tidurmu. Untuk mengatasi masalah ini siapkan tempat tidurmu dingin/sejuk.

 

Fase Folikular (Hari ke 1 – 13)

 

Makanan

Dukunglah hormon reproduksi dan kesehatan ovulasi dengan mengkonsumsi alpukat, salmon, kenari, biji-bijian, minyak kelapa, yogurt, almond, bayam, brokoli, dan paterseli/daun sop. Bagi kamu yang belum merencanakan kehamilan bisa mengkonsumsi makanan ini untuk kesehatan ovulasimu sehingga kamu tak akan merasakan haid yang tidak normal.

 

Olahraga

Setelah menstruasi, hormon esterogen akan meningkat sehingga kamu memiliki energi yang banyak. Kamu bisa memanfaatkannya dengan beberapa jenis olah raga namun jangan lupa untuk melakukan peregangan/pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari cedera. Pada fase ini beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan cedera sering terjadi di fase ini. Terlalu banyak energi sehingga terlalu bersemangat. Stay calm ya..

Baca Juga :  Apa Sajakah Cara Alami Untuk Meredakan Masuk Angin?

 

Tidur

Setelah menstruasi berlalu suhu tubuh kembali normal. Jadi kamu tak akan menemukan banyak masalah/gangguan tidur pada fase ini, kecuali jika kamu mengalami stress.

 

Fase Ovulasi (Hari ke 14)

 

Makanan

Pada fase ini hormon esterogen akan menurun drastis. Untuk mengatasi masalah ini kamu harus menyeimbangkan hormon esterogen dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan esterogen seperti buah kering, biji lenan, buncis, dan kacang polong.

 

Olahraga

Ketika olahraga dapat memperbaiki mood dan fokus, namun yang terjadi adalah kamu merasa lemah akibat dari perubahan hormon. Pada fase ini masih rentan terjadi cedera, jadi tetaplah berolahraga ringan dan lakukan pemanasan terlebih dahulu.

 

Tidur

Kamu membutuhkan tidur siang pada fase ini. Kenapa? Karena ketika hormon estrogen menurun diikuti dengan melonjaknya hormon progesteron membuatmu merasa mengantuk. Rasa kantuk dapat menghambat aktivitasmu. Tidur sianglah selama kurang lebih 30 menit bisa mengurangi rasa kantukmu.

 

Fase Luteal (Hari ke 15 – 28)

 

Makanan

Pada fase ini kamu akan sangat mendambakan makanan yang kaya akan energi. Tambahkan makanan ekstra kalori, tapi hindari junkfood dan menggantinya dengan lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, ikan, dan protein tanpa lemak. Jadi kamu tak akan menjerit ketika melihat angka timbangan badanmu.

Baca Juga :  Cara Menyembuhkan Diabetes dan Menurunkan Kolestrol Dengan Daun Salam

 

Olahraga

Pada fase ini suhu tubuh akan meningkat dimana akan menghambatmu melakukan workout selama periode panjang ini. Apa tidak perlu olahraga? Olahraga tetap diperlukan karena kamu masih punya energi. Olahraga sebentar secara intens. Kamu bisa melakukan olah raga apapun yang kamu mampu.

 

Tidur

Ovulasi meningkatkan hormon progesterin dimana dapat menimbulkan rasa kantuk dan meningkatkan siklus REM. Cukupilah kebutuhan tidurmu tapi jangan berlebihan. Terlalu lama dan banyak tidur juga tidak baik bagi tubuh.

Selama 3 hari sebelum memasuki fase menstruasi akan terjadi perubahan hormon yang mana dapat mengganggu kegiatan tidurmu. Konsumsilah minuman tradisional yaitu air hangat yang dicampur dengan madu sebelum tidur atau melakukan beberapa gerakan yoga.

 

Nah, itu lah penjelasan singkat tentang makanan, olahraga, dan tidur pada setiap fase siklus haid. Mengetahui siklus haid tak melulu untuk program kehamilan, tapi bisa digunakanan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan tubuh di setiap fasenya. Jika kamu memenuhi kebutuhan tubuh berdasarkan fasenya, ucapkan selamat tinggal dengan berbagai masalah haidmu dari nyeri sampai haid tak normal. Demikian Tips Sehat Berdasarkan Siklus Haid hari ini. Nantikan Tips sehat lainnya dari kami ya…

 

 

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca Juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close