Tahap Pembibitan Budidaya Jahe Cepat Panen

Diposting pada

1. Pembibitan Budidaya Jahe

 

Tahap pembibitan budidaya Jahe

Persiapan Pembibibitan Jahe

Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam :

1. Berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan.

2. Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) masih ssegar, tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan.

3. Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian.

4. Pilih Rimpang yang besar dan subur.

5. Bibit berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama),

6. Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit.

7. Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter steril atau di potes langsung, dengan menyisakan 2 – 3 bakal mata

tunas dengan bobot sekitar 25 – 60 g untuk jahe putih besar, 20 – 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah.

8. Kebutuhan benih per ha untuk jahe putih besar (panen tua) membutuhkan benih 2 – 3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar panen muda.

Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton.

 

Baca juga :

Pupuk Organik Tanaman Jahe Berbahan Gula Merah dan Ikan Hasil Ratusan Ton

Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah

 

Pengecambahan Budidaya Jahe

Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit (untuk budidaya

secara konvensional). Jika tidak, benih cukup  direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada  tempat

yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus dikontrol dan  dibasahi air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah

setelah kira-kira 2 minggu.

 

Penyemaian Budidaya Jahe

Cara penyemaian yang mudah adalah menggunakan peti kayu dengan urutan kerja sebagai berikut:

a. Pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis,

b. Beri abu gosok atau sekam padi, selanjutnya bakal bibit lagi beri abu gosok atau sekam padi lagi seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau

sekam  padi.

c. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4  minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm (tumbuh 4 – 5

daun), bibit  dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media polybag yang telah  disiapkan, Ukuran polybag untuk bibit adalah diameter 7 –

Baca :  6 Tahap Teknik Budidaya Menanam Porang, Dijamin Berhasil Cepat Panen

10 cm .

d. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang  lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.

e. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka  dengan sinar matahari langsung, melainkan harus

diadaptasikan pada tempat yang memiliki  naungan terlebih dahulu hingga umur 1,5 – 2 bulan.

 

Tips Budidaya Jahe Tahap Penanaman

2. Menanam Jahe

Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran  polybag bibit, masukkan bibit Jahe bersama medianya ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan  media disekitarnya dan padatkan sekedarnya saja. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram  dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media.

 

Tips Budidaya Jahe Tahap Pemeliharaan

 

3. Memelihara Jahe

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi:  penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan,

serta pengendalian hama dan  penyakit.

 

a. Penyiraman Jahe

Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada  hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan

budidaya ikan dalam  kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau

Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa  dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense

(mengering) saat tua dan  mendekati panen.

 

b. Pemangkasan Jahe

Perlakuan Pemotongan batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan untuk memacu pertumbuhan calon  tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang

tumbuh seragam dalam 1 pot/polybag.

 

c. Penyiangan dan penggemburan

Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan  tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana

tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa  petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain  penyiangan,

media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan  dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar

tanaman dan memperbaiki sirkulasi  udara dalam media.

 

d. Pemupukan dan Pembumbunan Jahe

Pemupukan dan pembumbunan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media  tanam. Jumlah

pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan.  Pemupukan bisa diberikan3

kali selama umur tanaman.

Pembumbunan lebih baik bila dilakukan secara berkala yaitu di saat ada pertumbuhan rimpang jahe baru yang muncul di dekat permukaan

Baca :  Komoditas Sorgum Kaya Karbohidrat Pengganti Beras

tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm.

 

e. Pengendalian Hama dan Penyakit Jahe

Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar. Namun akan lebih baik jika kita mengetahui  dan

mengantisipasi hal tersebut.

 

Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk pengendaliannya, kita  bisa

menggunakan beberapa cara yaitu:

1. Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan  perangkap

serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem.

2. Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah  insektisida organik

berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.

3. Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur.  Untuk

mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan. Pastikan benih merupakan benih  sehat dan berasal dari

induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air.

 

Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke  tanaman yang

lain.

 

Tips Budidaya Jahe Tahap Panen

4. Memanen Jahe

Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan. Tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di  mana daun dan

batangnya berubah menjadi kuning dan mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak  perlu menggali dengan susah payah.

 

Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang  Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak,

bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun tanaman Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg,

bisa menghasilkan rimpang Jahe segar 2 hingga 5 kg.

 

Semoga Tips Budidaya Jahe bermanfaat bagi para petani Indonesia, lain waktu kita bahas kembali lebih mendalam. Salam sukses petani Indonesia.