PertanianPorang

Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi, Berikut Teknik Budidaya Porang :

Manfaat, Cara menanam, Teknik Budidaya Pengembangbiakan Porang

Porang atau iles – iles merupakan tanaman umbi yang sedang populer akhir – akhir ini. Hal ini dikarenakan porang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Dulunya, tanaman ini tidak dilirik kebermanfaatannya dan dikenal sebagai makanan ular.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Amorphopallus muelleri ini sering dijumoai di hutan tropis. Jenis hutan ini banyak tersebar di negara Indonesia. Oleh karena itu, berpotensi besar untuk melakukan kegiatan budidaya porang di Indonesia. Iklim di Indonesia mendukung pertumbuhan tanaman ini.

Tanaman porang bisa tumbuh hingga tingginya 1.5 m, memiliki ciri – ciri tangkai tunggal dan batangnya bercorak belang warna hijau – putih. Ciri lainnya, yaitu hanya dapat tumbuh secara baik di bawah pepohonan penyangga misalnya pohon jati.

Baca Juga :  Rahasia Racikan Pupuk Organik Petani Untuk Palawija, Padi dan Cabe

Baca juga:

Daftar Harga dan Peluang Bisnis Porang Berpotensi Untung Milyaran

Manfaat Porang

Berdasarkan penelitian, umbi porang mengandung zat glucomanan yang mana bermanfaat bagi bidang kesehatan dan industri. Akhir – akhir ini porang di ekspor ke luar negeri, salah satunya adalah Jepang. Di sana, porang dimanfaatkan sebagai bahan baku aneka makanan misalnya mie shirataki, beras analog, konyaku, dan tahu.

Selain bermanfaat di bidang makanan, ternyata porang juga dapat dimanfaatkan di bidang industri dirgantara. Bisa digunakan untuk pembuatan lem perekat untuk pesawat.

Di bidang kesehatan, porang dipercaya dapat menekan peningkatan kadar glukosa darah, mengurangi kadar kolesterol. Ini bisa terjadi, karena porang memiliki indeks glikemik rendah, bersifat hipoglikemik serta hipokolesterolemik.

 

Baca Juga :  Rakernas Kementerian Pertanian

Syarat Budidaya Porang

Manfaat porang memang luas, tak heran jika porang populer untuk dibudidaya akhir – akhir ini. Namun perlu diketahui beberapa syarat tumbuh tanaman porang agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Jenis dan pH tanah

Pada dasarnya porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa pun. Namun lebih baik jika tanahnya gembur dan tidak tergenang air. Untuk pH tanahnya, kisaran 6 – 7.

  1. Lingkungan

Kondisi lingkungan dengan tingkat kerapatan naungan 40% dibutuhkan agar pertumbuhan tanaman baik. Jenis pohon jati, sono, dan mahono baik digunakan sebagai naungan.

Dapat tumbuh pada ketinggian 0 -700 mdpl, namun 100 – 600 mdpl ketinggian yang paling baik.

 

Teknik Pengembangbiakan Porang

Porang dapat dikembangbiakan secara generatif maupun vegetatif. Terdapat 3 teknik dalam mengembangbiakkannya, yaitu dengan katak, biji, atau umbi.

Baca Juga :  Membuat Nutrisi / Pupuk Hayati Tanaman dengan Bakteri Pengurai (Mikroba)

Katak merupakan bintil yang tumbuh pada pangkal atau tangkai daun, biasanya berwarna coklat kehitaman. Katak dikumpulkan ketika panen, lalu disimpan sampai musim hujan datang. Ketika musim hujan datang, katak langsung ditanam pada lahan yang disiapkan.

Bunga porang akan muncul empat tahun sekali. Bunga ini kemudian akan menjadi buah atau biji. Terdapat sampai 250 biji dalam satu tongkol buah. Biji yang dihasilkan dapat disemai dan tumbuh menjadi bibit porang.

Pada masa pengurangan tanaman yang terlalu rapat, menghasilkan umbi kecil maupun besar. Umbi hasil pengurangan dapat digunakan sebagai bibit porang. Yang ukuran kecil dapat langsung ditanam, sedangkan yang besar dapat dipecah sesuai dengan ukuran yang diinginkan lalu ditanam.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close