PertanianPorang

6 Tahap Teknik Budidaya Menanam Porang, Dijamin Berhasil Cepat Panen

Cara menanam, Lahan, Penyiangan, Pemupukan, Pendangiran, Pemanenan

Teknik Budidaya Porang

Terdapat 6 tahapan kegiatan yang perlu dilakukan dalam budidaya porang. Berikut kami ulas tahapannya :

 

  1. Pembersihan dan persiapan lahan

Sebelum melaksanakan pembersihan lahan dari rumput, perhatikan waktu penanamannya. Jika yang menjadi bibit adalah tanaman porang cabutan, maka hanya dapat ditanam pada masa penghujan dan pembersihan lahan pun juga dilakukan pada masa penghujan tersebut.

Baca juga:

Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi, Berikut Teknik Budidaya Porang :

Daftar Harga dan Peluang Bisnis Porang Berpotensi Untung Milyaran

Rumput yang tersebar di lahan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, sehingga lahan dapat digunakan sebagai tempat tanam bibit porang. pembersihan rumput dapat dilakukan secara manual atau kimia.

Pembersihan rumput secara manual dapat menggunakan tangan, sabit, atau alat lainnya. Yang perlu menjadi perhatian adalah pembersihan rumput harus sampai akarnya.

Cara pembersihan rumput secara kimia yaitu dengan menyemprotkan bahan kimia pada rumput. Sebaiknya pilihlah herbisida (bahan kimia) yang bersifat sistemik agar rumput mati hingga akarnya. Tunggu rumput kering dan mati, setelah itu kumpulkan jadi satu. Kuburlah rumput kering tersebut hingga membusuk dan menjadi pupuk.

Baca Juga :  Bermodalkan Rp 200.000, Wahyu Sukses Berbisnis Jahe Merah

 

  1. Penanaman

Dalam kegiatan penanaman bibit porang, perlu memperhatikan waktu penananam, cara menanam, dan jarak tanam.

Waktu penanaman disesuaikan dengan jenis bibit porangnya. Bibit porang dari umbi dan bubil (ukuran 2.5 cm) tidak perlu disemai terlebih dahulu. Bibit jenis ini dapat langsung ditanam pada musim kemarau.

Bibit porang yang berasal dari biji, cabutan, bubil (ukuran kecil), stek daun, dan stek umbi perlu disemai terlebh dahulu. Setelah penyemaian, dapat ditanam pada awal musim penghujan. Ini merupakan waktu yang sesuai untuk menanamnya.

Cara menanam pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis bibit porangnya. Bibit yang berasal dari umbi, dapat ditanam dengan tunas dibalik maupun tidak dibalik. Tunas dibalik atau tidak dibalik tidak mempengaruhi berat umbi. Sedangkan untuk bubil, perlu diperhatikan saat penanamannya agar mata – mata bubil tidak dibalik. Jika terbalik bubil tidak dapat tumbuh menjadi tanaman porang.

Pemindahan bibit yang berasal dari persemaian biji, stek daun, dan stek umbi ke lahan, haruslah hati – hati agar akarnya tetap utuh. Penanaman dilakukan dengan cara memasukkan akarnya ke dalam lubang tanah, kemudian menutupnya dengan tanah.

Baca Juga :  Kegunaan Asam Batu dan Cara Pengolahannya

Jarak tanam awal bibit porang adalah 35 – 79 cm (bubil) dan 35 – 90 cm (umbi). Jika sudah menghasilkan katak, jarak awal tanam dapat dirubah atau tidak dirubah. Masing – masing memiliki kelebihan sendiri.

Jarak tanam awal dapat dirubah menjadi 2 atau 3 kali dari jarak awalnya. Tujuan perubahan ini adalah untuk memungkinkan penanaman bubil besar yang jatuh saat musim dorman yang pertama kalinya. Dengan perubahan jarak, permudaan tanaman porang akan terjaga dan setelah 3 tahun dapat panen setiap tahun. Namun, panen umbi pertama kalinya tidak sebanyak cara jarak tanam yang tidak dirubah.

Jarak tanam yang tidak dirubah menghasilkan panen pertama kali yang banyak, namun permudaan tidak berjalan sehingga panennya hanya sekali.

  1. Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan secara rutin, sehingga tanaman porang tidak tertanggu rumput liar. Penyiangan dapat dilakukan secara manual maupun kimia. Jika dilakukan secara kimia perlu diperhatikan waktu penyiangannya. Hindari penyiangan secara kimia saat tanaman porang dalam siklus vegetatif, karena dapat membunuhnya.

Rumput yang sudah disiangi dapat diletakkan di samping tanaman porang agar menjadi pupuk atau nutrisi.

Baca Juga :  Manfaat Pepaya, Obat Tradisional Indonesia

 

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan setelah penyiangan, sehingga pupuk dapat diserap oleh tanaman porang secara maksimal, tanpa bersaing dengan rumput liat. Waktu yang tepat untuk pemupukan adalah setiap tanaman porang dalam siklus vegetatif. Tanaman porang yang siap panen harus mengalami 3 kali siklus vegetatif.

 

  1. Pendangiran

Pendangiran perlu dilakukan agar tanah di sekitar tanaman gembur sehingga memperbaiki sifat fisik tanah, serta memacu pertumbuhan tanaman untuk menghasilkan umbi yang lebih berat.

pendangiran dengan membalikkan dan memupuk tanah dilakukan dengan hati – hati supaya akar tanaman porang tidak terganggu. Jika akar terganggu dapat mengakibatkan kematian pada tanaman.

 

  1. Pemanenan

Pemanenan dilakukan pada masa kemarau. Panen sebaiknya dilakukan ketika tanaman sudah mengalami siklus vegetatif minimal 3 kali dan masa dorman/istirahat 2 kali. Siklus vegetatif yang siap panen memiliki ciri batang semu atau tangkai daun terkulai dan dan mulai menguning. Usia optimal tanaman porang siap panen adalah 3 tahun.

Kata Kunci:

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close