KesehatanTips Sehat

Menyimpan Makanan dengan Pengalengan dan Cara Menghindari Keracunan

Bahaya makanan kemasan kaleng

Terkadang kita belanja bahan masak terlalu banyak dan berakhir busuk di dalam kulkas atau di luar. Tentu ini merugikan kita, dalam hal waktu dan uang. Bahkan ada kondisi sayur yang busuk bisa mempengaruhi kesehatan isi kulkas kita. Bagaimana cara mengatasi hal ini? Salah satu cara yang bisa anda coba adalah pengalengan. Cara ekonomis ini bisa anda terapkan pada sayuran dan buah-buahan.

 

Pengalengan tidak selalu menggunakan kaleng. Anda bisa menggunakan toples kaca. Metode pengalengan memproses bahan segar pada suhu tinggi, menghilangkan udara, serta menyegelnya agar tidak terkontaminasi. Proses ini penting untuk diperhatikan agar makanan dapat disimpan dalam jangka panjang. Bahan segar cenderung mengandung air, dengan kondisi ini bahan mudah rusak dan terkontaminasi mikroorganisme.

 

Baca juga:

Ide Bisnis Makanan Modal Kecil Tidak Ribet Untung Besar dan Menjanjikan

Tips Mencuci Buah dan Sayur dengan Tepat juga Sehat dan Bebas Pestisida

Konsumsi 5 Jus Sehat Ini Selama Kehamilan

  • Langkah selanjutnya anda bisa menentukan mana bahan masak yang dikaleng dalam keadaan mentah atau dipanaskan terlebih dahulu.
  • Pengalengan bahan masak mentah dengan cara mengupasnya kemudian dipotong. Masukkan semuanya ke dalam toples gelas. Lalu tuang air mendidih.
  • Pengalengan bahan masak yang dipanaskan, maksudnya adalah dimasak terlebih dahulu. Kemudian diberi air mendidih dan tutup rapat. Untuk buah-buahan, anda harus menggunakan cairan berupa sirup gula.
Baca Juga :  Apa Saja Manfaat Kecubung Itu?

 

Bagaimana cara melakukan pengalengan dengan tepat ?

Lantas bagaimana cara melakukan pengalengan dengan tepat? Dilansir LiveStrong.com terdapat 2 jenis metode pengalengan yang dapat dilakukan di dalam rumah. Pertama pengalengan dengan air, kedua dengan tekanan. Diketahui, kedua metode ini cocok untuk beragam bahan masak. Anda bisa memilih salah satunya, sesuai dengan keinginan anda.

Dengan metode air anda bisa menggunakan wadah atau panci yang anda punya selama dapat menampung toples gelas yang anda pakai dan tingginya 7 – 8 cm lebih tinggi dari pada toples gelas. Panci yang digunakan haruslah mempunyai tutup yang rapat dan muat di atas kompor anda. Metode ini memanfaatkan waktu dan suhu untuk menghancurkan kontaminasi sekaligus membuat segel vakum. Ini tidak lah serumit yang anda bayangkan. Ikuti langkah berikut:

  • Cucilah toples gelas beserta tutup dan ringnya dengan sabun. Gunakan air panas untuk membilasnya.
  • Isilah panci dengan air hingga setengah panci. Letakkan di atas kompor lalu nyalakan api. Setting api besar hingga mendidih. Jika sudah mendidih, kecilkan apinya dan tutup panci.
  • Letakkan toples gelas kosong ke dalam air panas (dalam panci)
  • Siapkan bahan masak, bilaslah dengan air mengalir.
  • Gunakan alat bantu untuk mengangkat toples gelas. Masukkan bahan masak yang sudah disiapkan. Bahan makans seperti selai bisa menggunakan alat bantu corong, sedangkan untuk buah dan sayuran tatalah serapi mungkin dan tekan namun jangan sampai hancur.
  • Tambahkan air mendidih ke dalam toples gelas hingga bahan makan terendam sepenuhnya.
  • Gunakan spatula untuk membebaskan udara yang terjebak dalam toples gelas.
  • Bersihakn pinggiran dan atas toples gelas. Tutuplah serapat mungkin.
  • Letakkan kembali ke dalam panci, tuang air hingga menutupi sekitar 5 cm di atas toples gelas.
  • Tutup panci, lalu didihkan air. Untuk waktunya sesuaikan dengan bahan masak yang dikalengkan.
  • Jika sudah mendidih, matikan apinya. Buka tutup panci, biarkan toples gelas tetap didalam selama 5 menit.
  • Keluarkan toples gelas dengan menggunakan handuk atau lap bersih. Diamkan selama 12 hingga 24 jam.
  • Labeli setiap toples gelas. Label berisi nama dan tanggal pengalengan. Simpanlah di tempan dingin, kering, dan gelap. Makanan kaleng ini bisa bertahan hingga 1 tahun.
Baca Juga :  Memerahkan Bibir yang Hitam Secara Alami

 

Cara menghindari keracunan makanan kaleng

Sangat penting dalam mengikuti arahan pengalengan agar dapat mencegah pembusukan dan pertumbuhan bakteri yang merugikan. Sebelum menyajikan makanan kaleng, periksa terlebih dahulu apakah terjadi pembusukan. Berikut adalah ciri-ciri makanan kaleng yang terkontaminasi :

  • Tutupnya menggembung, terlihat bengkak
  • Terdapat jamur dalam toples
  • Terdapat gelembung udara yang naik ke atas
  • Cairan merembes ke luar toples
  • Warna makanan berubah, tampak tidak alami
  • Cairan keruh
Baca Juga :  Cara Tepat Memasak Daun Pepaya Agar Tidak Pahit

Jika anda mendapai salah satu ciri di atas, lebih baik buanglah segera. Hindari mencicipi makanan tersebut. Buang pada sampah yang jauh dari hewan peliharaan maupun liar.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close