Perikanan

Manfaat Introduksi Ikan Asing di Sektor Perikanan

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari introduksi ikan asing dapat dikemukakan sebagai berikut.

Pertama, ikan introduksi dapat digunakan untuk memanfaatkan relung (niche) yang tidak terisi oleh ikan asli. Biasanya ikan introduksi yang termasuk kelompok ini digunakan untuk pengendalian hama/gulma dalam rangka memperbaiki kondisi suatu lingkungan. Contohnya adalah jenis-jenis ikan karper dari Cina yang pernah dimasukkan ke Indonesia pada awal tahun 1980-an. Namun demikian perlu benar-benar dipertimbangkan dan dilakukan kontrol yang ketat agar jangan sampai terjadi ikan tersebut beralih fungsi menjadi hama baru dan mencemari lingkungan di saat hama/ gulma target telah tereliminasi.

Baca Juga :  Budidaya Ternak Lele Siap Target Panen, Cobalah Sistem Bioflok

Kedua, ikan introduksi dapat digunakan sebagai pemacu peningkatan produksi lokal atau mengisi pangsa pasar yang masih terbuka. Contoh yang masih hangat adalah penggunaan udang vanamei dan stylostris untuk menanggulangi problem yang ada pada usaha udang windu. Untuk manfaat yang kedua ini, hendaknya pembatasan penggunaan ikan introduksi sebaiknya bersifat sementara untuk periode waktu yang relatif singkat.

Ketiga, jenis introduksi dibutuhkan untuk memperbaiki tampilan produksi ikan lokal dengan menggunakan ikan-ikan tersebut sebagai material dasar/genetis untuk perbaikan.

Baca Juga :  Peluang Usaha Budidaya Ikan Lele Dumbo Menjanjikan

Selain masalah introduksi, hancurnya industri perikanan budidaya karena penyakit dan lingkungan merupakan pukulan berat bagi sektor perikanan. Kejadian ini terjadi baik pada budidaya udang dengan hancurnya lingkungan tambak yang mematikan usaha budidaya, dan penyakit yang muncul baik di panti benih maupun di tambak.

Untuk ikan masalah lingkungan menjadi faktor utama terjadi kematian secara besar-besaran akibat umbalan (up welling) dan penyebab timbulnya wabah penyakit pada pemeliharaan ikan di kantong jaring apung di beberapa waduk buatan. Selain hal-hal di atas, perlu disadari bahwa sektor perikanan merupakan industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga distribusi bpendapatan dan multiplier effect-nya luas.

Baca Juga :  Motivasi Sukses Budidaya Ternak Lele dan Bisnis Olahan Ikan Lele

Krisis ekonomi yang terjadi ternyata berdampak pada pengalihan penyerapan kerja sektor dari industri ke sektor pertanian. Data BPS menunjukan bahwa pada tahun 1998 terjadi pengalihan penyerapan tenaga kerja dari sektor industri ke sektor pertanian sebesar 5 persen untuk pulau Jawa dan 4 persen untuk luar Jawa.

Kata Kunci:

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close