PeternakanSapi

Manajemen Usaha Reproduksi dan Penggemukan Sapi Potong

Keberhasilan usaha pembibitan dan penggemukan  sapi potong salah satunya ditentukan oleh keberhasilan reproduksi. Reproduksi anakan sapi pedet berpengaruh juga pada keberhasilan jumlah sapi yang digemukkan.

 

Masalah utama yang sering terjadi adalah masalah reproduksi yang masih kecil, kawin berulang (S/C > 2) dan rendahnya angka kebuntingan (CR < 70%). Akibatnya  jarak beranak terhadap  induk menjadi panjang (CI > 16 bulan) berakibat pada rendahnya atau berkurangnya  populasi sapi dan pendapatan petani dari usaha ternak.

 

Baca juga :

Manajemen Usaha Reproduksi dan Penggemukan Sapi Potong

Jenis Rumput Unggul Pakan Ternak Sapi dan Kambing

 

Cara meningkatkan Kinerja Reproduksi Penggemukan Sapi Potong

 

Reproduksi yang maksimal menjadi dampak keuntungan peternak, maka dibutuhkan tips tepat sebagai berikut :

1) Meninjau birahi sapi dan waktu kawin,

2) Cara kawin yang baik

3) Mendeteksi perkawinan induk

4) Kelahiran yang normal dan sehat

 

 

Pengamatan Birahi dan Waktu Kawin Sapi Potong

 

Indukan sapi memiliki ciri birahi yang normal bila:

1) Gelisah ingin dekat dengan pasangan dan tidak tenang

2) Sering duduk dan cepat berdiri dan tidak terkendali

Baca Juga :  Pakan Ternak Fermentasi dan Konsentrat Bebas Bau

3) Menaiki sapi jantan dan  diam jika dinaiki oleh sapi lain,

4) Pada pangkal  ekor sapi betina ini akan keluar cairan lendir jernih transparan dan jatuh melalui vagina dan vulva,

5) Vulva terlihat bengkak dan berwarna kemerah-merahan, dan

6) Cendrung diam dan nafsu makannya berkurang. Birahi berlangsung sekitar 18 jam dengan siklus rata-rata 21 hari. Pengamatan birahi merupakan faktor yang paling penting , karena jika gejala birahi telah terlihat maka waktu perkawinan yang tepat dapat ditentukan. Waktu yang paling tepat untuk mengawinkan ternak adalah sembilan jam sejak ternak menujukan birahi.

 

Pola Perkawinan Pada Penggemukan Sapi Potong

Perkawinan sapi terjadi secara alami dan dapat pula  kawin suntik atau yang disebut  inseminasi buatan (IB). Perkawinan alami yaitu perkawinan mempertemukan si sapi pejantan dan induk secara langsung.

 

Pola perkawinan secara alami ini banyak bentuknya:

1) Bentuk kandang individu,

2 ) Model kandang kelompok/umbaran,

3) Cara perkawinan model ranch/paddock, dan

4) dan model padang penggembala.

 

Perkawinan model kawin suntik atau inseminasi buatan (IB)

 

Cara ini yakni dengan memasukkan sperma yang sudah dicairkan dan telah diproses dulu ke dalam saluran alat kelamin betina dengan alat khusus.

Baca Juga :  Tetes Tebu Untuk Industri Peternakan

Teknik IB dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan semen beku (frozen semen) dan semen cair (chilled semen). Keuntungan model kawin seperti ini adalah:

 

a) Menjauhkan penularan penyakit dari jantan ke betina,

b) Sperma  dari sapi pejantan dapat melayani banyak betina karena dapat diencerkan beberapa kali lipat,

c) Memudahkan proses persilangan antar ras,

d) Cepat mendapatkan dan populasi bibit unggul,

e) Sapi jantan  yang tidak mampu mengawini dapat diambil spermanya, dan

f) Mempermudah perkawinan sapi yang tubuhnya kecil.

Cara Deteksi Kebuntingan Sapi

Tanda buntingnya ternak sapi adalah berahi nya tidak timbul lagi, ternak lebih tenang, tidak senang dekat-dekat  dengan pejantan, dan nafsu makannya lebih meningkat. Keberhasilan perkawinan perlu  pengamatan birahi lagi pada induk setelah 21 hari atau hari ke 18-23 dari perkawinan atau IB. Siklus (42 hari) berikutnya, kemungkinan induk sudah bunting.

Deteksi bunting bisa dilakukan dengan cara ”palpasi rektal“ setelah 60 hari sejak dikawinkan untuk meyakinkan bahwa ternak benar-benar bunting. Pemeriksaan palpasi rektal dilakukan oleh Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB) yang ditunjuk Dinas setempat.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Bakalan Sapi Pedaging Berkualitas Berdasarkan Jenis, Umur dan Ciri Fisiknya

Kelahiran Sapi Potong

 

Kebuntingan induk sapi potong terjadi selama 275-285 hari, biasanya  rata-rata 280 hari. Induk yang akan melahirkan menunjukkan tanda yaitu : vulva membengkak dan warna kemerahan, pinggul terasa lebih lentur, puting mulai membengkak dan sedikit meneteskan air susu, dan vulva akan mengeluarkan lendir saat mendekati kelahiran.

 

Persiapan induk sapi potong jika terlihat dan diamati akan melahirkan yaitu:

 

a) Membersihkan kandang supaya lebih sehat untuk induk dan anak sapi (pedet)

b) Lantai kandang diberikan alas jerami padi kering untuk alas supaya cairan yang keluar dalam proses kelahiran dapat terserap dengan cepat, dan cepat kering.

c) Obat untuk kesehatan sapi disediakan untuk mengantisipasi darurat.

 

Umumnya proses kelahiran sapi terjadi maksimal 8 jam, apabila melebihi waktu tersebut anakan sapi / pedet belum juga keluar maka segeralah laporkan kepada Petugas Peternakan setempat.

Demikian sedikit Tips Manajemen Usaha Reproduksi dan Penggemukan Sapi Potong dan semoga manfaat. salam sukses.

Kata Kunci:

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca juga

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close