Indeks

Macam dan Jenis Sapi Lokal dan Impor yang Jadi Pilihan untuk Kurban

Berikut adalah berbagai macam dan jenis sapi lokal dan impor yang perlu dikenal oleh kita, terutama peternak yang ingin mengembangkan usahanya bidang penggemukan sapi ternak.

 

1. Limousin

Jenis Sapi Limousin adalah jenis sapi import yang banyak dicari di Indonesia. Sapi ini sering menjadi tolok ukur sebagai sapi pedaging unggul.

Limousin termasuk dalam kategori jenis sapi tertua, banyak gambar di gua yang dibuat nenek moyang orang Perancis yang menggambarkan bentuk sapi yang sangat mirip dengan Sapi Limousin.

Limousin tinggal didaerah yang sangat dingin dan rumput juga tidak terlalu tumbuh subur disana, tetapi kehidupan mereka yang keras ini membuat Limousin berkembang menjadi sapi dengan tubuh yang baik, ditambah peternak Perancis pada saat itu sangat menjaga kualitas sapi mereka.

Sekarang ini Sapi Limousin memang dikembangbiakan dengan cara digemukan untuk dipotong, berat rata-rata sapi Limousin betina dewasa adalah 650kg sedangkan berat rata-rata Sapi Limousin jantan adalah 1000kg

 

2. Simmental

Simmental muncul pada abad pertengahan di Eropa khususnya di negara asalnya Swiss, sapi ini pertama muncul karena persilangan dari Sapi Jerman yang berperawakan besar dan Sapi Swiss yang memiliki bobot lebih kecil.

Sejak kini terhitung sapi jenis ini telah menyebar di seluruh dunia dengan jumlah sekitar 50 – 60 juta ekor yang sebagian besar dari mereka diekspor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Negara yang paling banyak mengimport daging sapi ini adalah Italia, Rusia, Jepang, Brazil dan Cina.

Di Indonesia popularitas sapi ini juga tidak kalah dengan jenis sapi lain banyak orang sengaja mengimport daging Sapi Simmental untuk keperluan bisnis restaurant.

Sapi betina rata-rata memiliki tinggi sekitar 135cm – 150cm dengan berat 900kg dan rata-rata tinggi sapi jantan adalah 150cm – 160cm dengan berat jantan dewasa adalah 1300kg.

 

3. Sapi Brahma

Sapi Brahma yang banyak dikenal juga dengan nama Brahman adalah jenis sapi yang berasal dari India. Awalnya sapi ini adalah sapi yang disucikan oleh masyarakat India. Cuaca di India yang ekstrem membuat Sapi Brahma harus kuat untuk bertahan hidup, melihat begitu kuat fisik dari sapi ini membuat salah satu peternak sapi yang berasal dari Amerika mencoba mengembang biakan jenis sapi ini di dataran Amerika.

Dengan teknologi yang memadai di Amerika kini Sapi Brahma telah menjadi jenis sapi dengan kualitas daging yang baik, bobot ukurannya pun berubah sekarang Sapi Brahma yang diimport dari Amerika dapat memiliki berat 2200 pound atau sekitar 900kg

 

4. Brangus

Sapi Brangus adalah sapi yang berasal dari persilangan dua sapi yang memiliki genetika sangat bagus yaitu Sapi Brahman dan Sapi Aberdeen Angus.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya sapi Brahma memiliki daya tahan tubuh yang bagus sehingga mereka tidak rentan terhadap penyakit dan virus.

Sedangkan Sapi Aberdeen Angus adalah jenis sapi yang terkenal dengan kualitas daging mentahnya.

Sapi jantan Brangus dapat memiliki rata-rata bobot sekitar 1800 pound – 2200 pound dan betina dewasa bisa memiliki bobot paling besar sekitar 1.200 pound.

Distribusi sapi ini paling banyak tersebar di Amerika Serikat, Australia, Argentina, Mexico dan beberapa bagian di Afrika.

 

5. Braford

Sapi Braford adalah persilangan antara Sapi Brahma dan Hereford sehingga Sapi Braford memiliki karateristik seperti kedua jenis indukannya yang sangat kuat.

Braford pertama kali diternakan di Amerika khususnya di daerah Florida yang memiliki iklim panas sama seperti iklim Sapi Brahma, selain di Amerika kini Sapi Braford juga banyak diternakan di daerah Queensland Australia. Daging Sapi Braford banyak dieksport ke negara Cina, Malaysia, Afrika Selatan dan Selandia Baru.

 

6. Hereford

Sapi yang pertama kali dikembang biakan di daerah Herefordsire Inggris adalah jenis sapi yang sangat besar malah dahulu bobot sapi ini lebih besar dari keturunan Hereford sekarang, seorang peternak sapi yang bernama Benjamin Tomkins menulis pada bukunya bahwa ia pernah memelihara Sapi Hereford dengan berat sebesar 3.900 pound atau sekitar 1,7 ton.

Walaupun begitu Sapi Hereford masih memiliki berat ideal sekarang ini walaupun tidak sebesar dahulu, berat sapi Hereford jantan dewasa bisa mencapai 1.800 pound dan rata-rata berat betina sekitar 1.200 pound.

 

7. Aberdeen Angus

Jenis sapi yang awalnya berasal dari Skotladia berkembang di beberapa negara Eropa termasuk Inggris dan Austria. Belakangan Sapi Aberdeen Angus sudah banyak dijumpai di Amerika sebagai sapi ternak, tercatat ada sekitar 323.000 an Sapi Aberdeen Angus yang diternakan di Amerika Serikat.

Kebayakan trah ini memiliki warna hitam dengan bobot yang besar, selain kualitas daging yang baik Aberdeen Angus juga memiliki daya tahan tubuh yang tak kalah dengan Sapi Brahma karena survei di Amerika membuktikan bahwa jarang sekali Sapi Aberdeen Angus yang sakit karena cuaca buruk.

 

8. Beefalo

Beefalo adalah persilangan antara sapi lokal Amerika ( Catallo ) dan binatang Bison Amerika yang memiliki bobot sangat besar sehingga menciptakan ras sapi berukuran besar.

Daging Sapi Beefalo diperkirakan lebih rendah lemak, rendah kolesterol jahat, dengan protein yang lebih tinggi dari daging sapi umum.

Kelebihan Beefalo adalah mereka memiliki kulit yang sangat tebal seperti Bison sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cuaca dingin yang ekstrim.

 

9. Parthenais

Sama seperti Sapi Limousine, Sapi Parthenais juga salah satu sapi tertua yang berasal dari Perancis dan masih dikembangbiakan hingga saat ini.

Pada tahun 1970an, masyarakat Perancis mencoba menjaga kualitas daging dari Sapi Parthenais sehingga jenis sapi ini memiliki tingkat rasio otot daging tulang yang sempurna dibandingkan sapi lain, terlebih sapi ini terkenal dengan sapi yang hanya memiliki sedikit lemak.

Karakter Sapi Parthenais

Memiliki double otot dihampir seluruh badannya.
Genetik subur sehingga mudah dikembang biakan.
Daya tahan tubuh yang kuat.
Sapi Parthenais memiliki kaki yang kuat dan keras.
Bagus dijadikan sapi pedaging dan sapi perah.
Kualitas daging sapi bagus untuk dikonsumsi.
Kandungan kolestrol daging Parthenais lebih rendah dari ayam.
Sering menjadi pilihan daging steak di beberapa restaurant di Eropa.
Sapi Parthenais jantan dewasa bisa memiliki berat sekitar 1.250 kg

 

10. Dexter

Sapi yang berasal dari Irlandia ini termasuk jenis sapi dengan bobot kecil, karena tubuhnya yang kecil dibandingkan jenis sapi lain sehingga sapi ini sering dipanggil “The Poorman Cow”.

Rata-rata berat Sapi Dexter adalah 300kg – 350kg dengan tinggi 170cm, mereka memiliki 3 warna khas pada bulu yaitu warna hitam, coklat dan abu-abu keemasan.

Selain daging mereka yang gurih, Sapi Dexter juga terkenal karena kualitas susu indukan yang memiliki protein tertinggi dibandingkan sapi potong lain, Sapi Dexter juga dapat hidup sekitar 25 tahun.

 

11. Belgian Blue

Sesuai dengan namanya sapi ini berasal dari Belgia, Sapi Belgian Blue terkenal dengan struktur badannya yang berotot lebih menonjol daripada jenis sapi lain banyak orang berpendapat bahwa otot yang dimiliki oleh Belgian Blue adalah otot buatan bukan otot alamiah yang dimiliki sapi.

Kenapa nama mereka blue ( biru ) karena corak dari warna kulit mereka yang lebih banyak didominasi oleh warna biru, warna yang familiar ada di sapi ini adalah Belgian Blue-White, Belgian White and Blue Pied, Belgian White Blue, Blue, Blue Belgian.

Berat Belgian Blue jantan dewasa bisa mencapai 1100 dan 1250kg untuk ketinggian 1.45m ke 1.50m.

Dari pengalaman peternak sapi, dikabarkan Belgian Blue juga dapat mencapai bobot 1300kg, sedangkan untuk betina dewasa mereka dapat mencapai berat 850 untuk 900kg dan tinggi dapat melebihi 1,40 m.

 

12. Droughtmaster

Drouhtmaster adalah jenis sapi yang diciptakan dari hasil persilangan antara varietas Sapi Zebu Melbourne ( Bos Indicus atau Sapi Berpunuk ) dan Bos Taurus. Zebu Melbourne adalah varietas sapi asal Australia yang sangat kuat berada di cuaca tropis ekstrim dan Bos Taurus adalah varietas sapi keturunan Inggris yang terkenal dengan bentuk tubuh yang proposional.

Kini Droughtmaster masuk dalam jenis sapi ukuran menengah dengan warna tan kemerahan.

 

13. Murray Grey

Menurut cerita yang beredar di Australia, Sapi Murray Grey adalah jenis sapi yang dikembangkan dari persilangan antara Sapi Shorthorn dan Abedeen Angus yang menciptakan sapi ini.

Murray grey terkenal dengan postur badan mereka yang lebih cepat besar dibandingkan sapi lain sehingga pemasaran sapi ini menarik konsumen dari luar negeri seperti Jepang dan Korea untuk penjualan sapi hidup atau daging mentah.

Sekarang, para peternak Murray Grey di Amerika mulai membuat varietas sapi dengan kulit berwarna hitam, agar mereka dapat merambah pasar sapi berkulit hitam juga.

 

14. Pinzgauer

Produksi daging Sapu Pinzgauer banyak tersebar di negara Republik Slovakia, Rumania dan Slovenia, ternak Pinzgauer di daerah peternakan utama Austria saat ini dipromosikan untuk berkembang biak. keragaman genetik membuatnya fokus berkembang biak untuk dijadikan sapi perah dan produksi daging.

Sapi Pinzgauer ditandai dengan warna dasar cokelat gelap dengan tanda khas putih di belakang, panggul dan perut serta pada kaki depan dan betis, selain warna putih tubuh mereka juga biasanya akan didominasi warna coklat tan.

Bulu mereka halus dan kulit fleksibel yang membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh serangga.

Berat Sapi Pinzgauer jantan dewasa bisa mencapai 2200 lbs dan betina dewasa sekitar 1000 lbs – 1600 lbs.

 

15. Ongole

Sapi Ongole adalah salah satu varietas Sapi Zebu atau sapi berpunuk, Sapi Ongole merupakan sapi yang berasal dari India tetapi banyak ditemukan juga di Indonesia.

Sapi Ongole umumnya berwarna kulit putih dan keabu-abuan, Sapi Ongole memiliki ciri punuk yang besar dan badan yang agak bergelambir dengan bobot berat sekitar 450kg, kualitas daging Sapi Ongole sebenarnya tidak terlalu baik dibandingkan jenis sapi lain tetapi harganya ongole yang terbilang relatif murah membuat sapi ini laku dipasaran masyarakat indonesia.

Sapi Ongole banyak dikawinkan dengan sapi jawa sehingga ada istilah Sapi PO ( Peranakan Ongole ) yang mirip dengan Sapi Ongole walaupun agak sedikit kecil.

 

16. Madura

Sapi Madura adalah persilangan antara Sapi Bali dengan Sapi Zebu yang memiliki punuk, jadi Sapi Madura bukan merupakan varietas sapi asli.

Sapi Madura terkenal dengan sapi yang kuat akan cuaca tropis, tahan terhadap penyakit serta memiliki daya tahan akan caplak dan kutu. Sapi Madura termasuk jenis sapi potong tetapi banyak masyarakat madura merawat mereka sebagai sapi pacuan dan lomba, bobot Sapi Madura yang ideal adalah 500kg.

 

17. Bali

Sapi Bali indentik dengan warna hitam untuk jantan dan merah bata untuk betina, sapi ini termasuk golongan sapi dengan bobot badan menengah.

Sapi jantan bali memiliki warna didominasi oleh hitam dan putih dibeberapa bagian seperti di moncong, kaki bawah dan belakang.

Warna hitam yang ada pada jantan bisa saja berubah pada situasi tertentu seperti saat sapi ini dikebiri.

 

18. Aceh

Berikutnya adalah Sapi Aceh yang merupakan sapi khas dari Daerah Aceh, sapi ini juga bukan varietas asli karena Sapi Aceh kebanyakan adalah persilangan antara varietas Bos Sundaicus dengan varietas Sapi Zebu yang memiliki ciri berpunuk dan bergelambir yang dibawa oleh orang India jaman dahulu.

Sapi Aceh terkenal dengan daya tahan tubuh yang kuat, adaptasi terhadap lingkungan tropis sangat baik, bisa tetap hidup terhadap pakan kualitas jelek, kuat terhadap serangan kutu dan parasit dan memiliki produktivitas baik sehingga mudah untuk diternak.

 

19. Barzona

Barzona merupakan sapi yang memiliki ukuran sedang tidak terlalu besar, warna dari badannya relatif merah dengan keterangan warna bervariasi.

Banyak di temukan di Amerika tepatnya di Dataran Gurun Arizona, sering menjadi binatang liar.

Betina Barzona memiliki badan yang lebih besar dari pada jantan, untuk pedaging biasanya betina yang menjadi idola.

 

Selain yang disebutkan tersebut masih banyak lagi jenis sapi lain yang perlu kita kenal, seperti sapi india yang punya banyak jenisnya dan lain sebagainya…..oke sekian dulu dari kami. semoga bermanfaat.