kerja sama kimia farma dengan pemerintah

Kimia Farma Siap Layani Peserta BPJS di Masa Pandemi Covid 19

Diposting pada

Kimia Farma merupakan perusahaan dengan jumlah jaringan apotek dan klinik yang terbesar di Indonesia. Era baru sistem pelayanan kesehatan lewat program sistem jaminan sosial nasional (SJSN) sudah beroperasi sejakĀ  1 Januari 2014. PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) siap melayani seluruh peserta BPJS (badan penyelenggara jaminan sosial) . Seluruh apotek yang dikelola PT Kimia Farma (KF) sudah mencapai 617 apotek dan 253 klinik di seluruh Indonesia dan semakin naik untuk melayani seluruh peserta BPJS di Indonesia. Direktur Utama PT Kimia Farma Rusdi Rosman menyatakan, selain apotek, perseroan telah memiliki 308 klinik atau menambah 55 klinik di seluruh Indonesia.

Baca :  Menghilangkan Kulit Kaki yang Kering dan Bersisik Dengan Cara Alami

 

Pemberlakuan SJSN akan memberikan tantangan bagi Kimia Farma sebagai BUMN yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Penambahan investasi di bidang jaringan apotek dan klinik diharapkan bisa memberikan pelayanan yang baik bagi peserta BPJS yang ingin berobat di jaringan Kimia Farma. Rusdi mengungkapkan, selama 2020, Kimia Farma telah mendirikan seratus apotek baru dan seratus klinik baru di seluruh Indonesia. Menurut dia, langkah tersebut merupakan strategi perseroan untuk bisa meningkatkan market share untuk memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat saja.

Total jumlah apotek di 2021 seluruh Indonesia saat ini mencapai 26.451 apotek lebih adan akan bertambah. Selain peningkatan market share, Kimia Farma fokus menjadi penyedia layanan kesehatan untuk peserta BPJS. Kimia Farma juga bersinergi dengan PT Mandiri InHealth dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta asuransi PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia. Ini merupakan komitmen kesiapan Kimia Farma untuk terus mendukung program Pemerintah di bidang kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional di masa pandemi. Kesiapan tersebut, antara lain, ditunjukkan melalui ketersediaan produk-produk yang terjamin kualitasnya, kontinuitas produk melalui distribusi obat-obatan samapi ke pelosok daerah dan sebaran layanan kesehatan di seluruh daerah. (mna/c1/jay)