Hidroponik

Kesalahan Ketika Memulai Hidroponik Tanaman Sayuran dan Buah

Semai, Bibit dan Benih, Jenis Sayuran, PH Air, Sinar Matahari

Berkebun dengan sistem hidroponik menjadi solusi bagi anda yang tinggal di daerah dengan lahan terbatas. Tak hanya itu, anda juga bisa melakukan usaha produksi sayur atau buah hidroponik.

 

Tertarik dengan hidroponik ?

Untuk mendapatkan tanaman hidroponik yang baik dan berkualitas, anda perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam melakukan hidroponik. Anda juga harus bekerja dengan rajin dan disiplin.

Pada pembahasan kali ini, kami akan uraikan beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam kegiatan hidroponik. Kesalahan ini perlu dihindari untuk menghindari tanaman yang berkualitas rendah bahkan kegagalan panen.

 

Baca juga:

Cara Menggunakan AB Mix Untuk Nutrisi Tanaman Hidropnik

Cara Hidroponik System Wick Untuk Pemula dan Rumahan

1. Menyemai benih lebih dari kapasitas lubang tanam

 

Misalnya anda telah menyiapkan lubang tanam 100 titik, sebaiknya anda menyemai 120 benih. Kelebihan 20 benih untuk cadangan jika ada yang gagal tumbuh.

Pada masa pindah tanam, benih yang kelebihan ini tidak mendapatkan tempat tanam. Sehingga akan terbengkalai di tempat penyemaian. Tanaman yang tak terurus dapat menurunkan semangat anda dalam kegiatan bercocok tanam.

Baca Juga :  Pengembangan Bisnis Agro Hidroponik Skala Industri Ngetrend di Perkotaan

Jika anda mengalami kelebihan bibit semai, ada baiknya jangan dibuang atau dibiarkan di tempat semai. Anda bisa menanamnya di tempat lain seperti tanah atau bautlah sistem hidroponik sederhana.

 

2. Mencoba semua benih tanaman

Karena terlalu bersemangat anda mencoba semua benih dari cabe, tomat, bawang, atau tanaman lain yang tingkat kesulitannya tinggi. Untuk pemula anda bisa mencoba fokus pada tanaman yang mudah seperti kangkung, selada, dan bayam. Ketiga tanamna ini mudah tumbuh dan tidak disukai hama. kemungkinan keberhasilan panen pun juga tinggi.

Jika anda sudah berhasil, anda bisa mencoba menanam tanaman yang agak susah seperti pakchoy, seledri, dan sawi-sawian. Tanaman ini agak rumit perawatannya mulai dari pemberan nutrisi hingga merawat dari hama yang sangat menyukai tanama ini.

Tahap selanjutnya, anda bisa mencoba menanam sayuran buah seperti tomat, cabe, dan terong. Setelah itu juga dapat mencoba melon, semangka, dan timun.

Anda dapat mencobanya step by step agar tingkat keberhasilannya tinggi. Jika anda langsung memulai dari tanaman yang rumit dan gagal, itu dapat menurunkan semangat anda dalam kegiatan hidroponik. Akan muncul anggapan bahwa hidroponik itu susah.

Baca Juga :  Cara Hidroponik System Wick Untuk Pemula dan Rumahan

 

3. Semaian benih lupa disiram

Sering kali yang terjadi adalah hanya menyiram semaian sekali ketika awal disemai. Padahal pada tahap ini, kelembaban media tanam harus dijaga dengan baik. Jangan sampai media tanamnya kering.

 

4. Jumlah biji yang dimasukkan dalam rockwool

Jumlah biji yang ditanam di media tanam tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya, untuk tanaman kangkung bisa menampung 4 – 6 biji dalam rockwool, sedangkan selada 1 – 2 biji, dan sawi-sawian 1 biji.

 

5. Menaikkan atau menurunkan pH air

Angka pH yang baik sekitar 5.5 – 6.5 untuk pertumbuhan optimal tanaman. Keadaan ini cukup membingungkan bagi pemula hidroponik. Anda yang khawatir tentang angka pH tersebut mungkin akan menaikkan/menurunkan pH dengan larutan ini dan itu. Bisa jadi larutan itu malah memperburuk tanaman, bahkan tanaman mati.

Ada baiknya bagi pemula tidak perlu terlalu merisaukan angka pH, anda cukup focus pada tanaman saja dulu. Perhatikan perkembangan tanaman, apakah ada masalah atau tidak. Tidak perlu membingungkan angka pH.

Baca Juga :  Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Sistem NFT

 

6. Tidak memperhatikan jarak lubang antar tanaman

Jarak lubang yang terlalu dekat akan menyebabkan tanaman berdesakan ketika dewasa. Hal ini akan mengakibatkan etiolasi, yaitu pertumbuhan tanaman yang cepat karena tempatnya yg gelap atau kurang cahaya matahari. Namun kondisi ini menghasilkan tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil, dan tumbuhan tampak pucat.

Jarak tanam yang cukup akan memaksimalkan tumbuhan dalam berkembang. Buatlah jarak tanam yang sesuai dengan tanaman yang akan ditanam. Misalnya selada, jarak tanamnya minimal 20 cm. Untuk kangkung atau bayam sekitar 15 cm, karena tidak memakan tempat yang cukup lebar.

Kesalahan yang umum terjadi adalah menganggap jarak tanam semua jenis tanaman adalah sama. Bahkan, ada sebagian yang membuat jarak tanam kecil agar muat banyak tanaman.

 

7. Kurang terkena sinar matahari

Dalam proses fotosintesis, sinar matahari adalah asupan yang penting dalam membuat makanan. Jika tanaman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup akan mengalami etiolasi. Jadi tempatkan tanaman pada tempat yang terkena sinar matahari.

 

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close