Pertanian

Aplikasi Penyiraman Tanaman dengan Pupuk Gardena dan Gandasil D Juga B

Penyemprotan pupuk daun (foliar fertilizer ) atau penyemprotan di area daun mempunyai tiga kelebihan dibanding pupuk akar, diantaranya:

  • Penyerapan unsur hara lebih cepat,
  • Pupuk daun mencegah kerusakan tanah lebih lanjut
  • Punya kandungan hara lebih lengkap

Tapi diantara kelebihan tiga tadi harus terpenuhi  tata caranya, yaitu tepat teknik, tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu dan tepat takaran / dosis. Baik kita bahas satu persatu:

  1. Teknik yang tepat

Teknik penyemprotan dilakukan secara merata di area daun. Warning, Pupuk bila digunakan berbarengan dengan pestisida yang menggunakan zat perekat dan  pupuk daun yang telah disemprotkan akan menjadi lengket sehingga tidak dapat diserap tanaman anda. Begitu pula pupuk daun tadi akan menyerap air daun dan daun bisa menjadi rusak seperti terbakar, jadi jangan bersamaan dalam penyemprotan pupuk dengan pestisida.

  1. Sasaran yang pas

Tahukah anda, bahwa daun memiliki mulut yang disebut stomata yang berada di punggung daun. Biar tepat sasaran maka penyemprotan dengan alat semprot harus diarahkan ke bagian bawah daun ( yang menghadap ke bawah)

  1. Cocok Jenis Pupuknya

Jenis dari pupuk daun harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dituju.

Jika yang diinginkan pertumbuhan vegetatif, maka yang digunakan adalah pupuk khusus untuk daun, missal Gardena D (NPK 30-10-10) atau pupuk Gandasil D (NPK 20-15-15) ( D ini maksudnya adalah daun atau kemasan warna hijau pada plastiknya)

Bila bertujuan memenuhi tanaman saat proses berbunga dan pembuahan, maka yang dipakai adalah Gardena B (NPK 6-32-35), bisa juga Gandasil B (NPK 6-20-30), (B maksudnya dalah buah yang kemasan warna merah)

Warning…..jangan menggunakan gandasil D  atau gardena D, pada tanaman yang berbunga, sebab bunga akan menjadi rontok dan pertumbuhan vegetatifnya jadi lebih lama.

  1. Pas Dosis

Dosis / takaran pembuatan disesuaikan dengan yang tertulis di bungkusnya, sebab jika berlebihan akan menjadikan daun seperti terbakar.  Boleh dosis dikurangi, namun dipercepat pemupukannya, biasanya 10 hari sekali menjadi 7 hari sekali.

  1. Pas waktunya

Waktu yang paling tepat adalah di waktu pagi dan sore hari, sebab stomata akan terbuka sempurna, yaitu di jam 8-9 dan 15:00 sampai magrib.

Tambahan dari kami:

  1. Jangan memupuk di waktu siang / tengah hari sebab pupuk daun akan menguap, sehingga penyerapan berkurang. Menguapnya pupuk bisa menjadikan daun seperti terbakar layu terutama pada pupuk hidroskopis (mudah menyerap air)
  2. Stomata menutup pada waktu malam, jadi jangan memupuk di waktu itu, sehingga pupuk daun tidak dapat terserap.
  3. Jika ada tanda mau hujan, janganlah dulu menyemprot. Sebab pupuk yang sudah disemprot akan memudar terkena hujan dan jadinya sia-sia.

Semoga bermanfaat Aplikasi Penyiraman Tanaman dengan Pupuk Gardena dan Gandasil D Juga B, jangan lupa praktek dan salam sukses.

Mesin Panen, Mesin Briket, Desain Mesin, Gambar Mesin, Mesin Giling Cabe, Mesin Pendulang Emas, Ekonomi Bisnis Indonesia, Mesin Pembuat Bakso Ikan, Mesin Penyedot Pasir, Mesin Bubut Universal, mesin pengering pertanian, toko mesin, mesin pertanian, Mesin Tepung, Mesin Pencacah Rumput, Mesin Pelet, Mesin Miling, Mesin Crusher Batu, Mesin Hammer Mill, Mesin Kompos, Mesin Ball Mill, Mesin Giling Ikan, Mesin Pertukangan, Mesin Perontok Padi, Mesin Giling Kedelai, Mesin Penepung, Mesin Tahu, Mesin Penggiling Mie, Alat Mesin, Mesin Penghancur Kayu, Mesin Pengolahan Karet, Mesin Mie, Mesin Press Hose, Daun Sirsak Diabetes, Usaha Kesehatan Sekolah, travelling in indonesia, Mesin Stone Crusher, Mesin Genteng, Mesin Pencacah Rumput, Mesin Serut, asuransi agro

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!