Pertanian

Tumbuhan Cepat Subur, Ini Cara Pembuatan Pupuk NPK Organik

Cara Membuat Pupuk NPK Organik Cair dan Padat

Pembuatan Pupuk NPK Organik dari alam dan Manfaat unsur N P K Terhadap Tanaman.  Pupuk Organik ada dua macam, yaitu : Pupuk Organik Padat  dan Pupuk Organik Cair

A. Unsur N (Nitrogen) dan Manfaatnya

Unsur hara N termasuk unsur yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak sehingga disebut unsur hara makro primer. Umumnya unsur Nitrogen menyusun 1-5% dari berat tubuh tanaman.

Unsur N diserap oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH4+) atau ion nitrat (NO3-). Sumber unsur N dapat diperoleh dari bahan organik, mineral tanah, maupun penambahan dari pupuk organik.

N berfungsi untuk menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil pada tanaman, sehingga dengan adanya N, tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:

  • Membuat tanaman lebih hijau
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang)
  • Menambah kandungan protein hasil panen.
  • Kondisi Tanaman Yang Kekurangan Unsur N Tanaman yang kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala :
    – Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil
    – Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang sedikit
    – Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya
    – Pada tahap lanjut, daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman.

B. Unsur P (Phosphor) dan Manfaatnya

Unsur P juga merupakan salah satu unsur hara makro primer sehingga diperlukan tanaman dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berproduksi. Tanaman mengambil unsur P dari dalam tanah dalam bentuk ion H2PO4-.

Konsentrasi unsur P dalam tanaman berkisar antara 0,1-0,5% lebih rendah daripada unsur N dan K.
Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman, sehingga dengan adanya unsur P maka tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:

  • Memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik
  • Menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
  • Memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
  • Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah
  • Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.
  • Kondisi Tanaman Padi Yang Kekurangan Unsur P Tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala :
    – Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
    – Sistem perakaran kurang berkembang
    – Daun berwarna keunguan
    – Pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat
    – Persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna.

C. Unsur K (Kalium) dan Manfaatnya

Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur K merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P. Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 – 6% dari berat kering.

Manfaat unsur K bagi tanaman adalah :

  • Sebagai aktivator enzim. Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K.
  • Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman
  • Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman
  • Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu:

    – Kondisi Tanaman Jagung Yang Kekurangan Unsur K
    – Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
    – Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis).
    – Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala – kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik.

Cara Membuat Pupuk NPK Organik / Alami

Cara Membuat :
1. Unsur N (Nitrogen), P (Phospor), dan K (Kalium).
2. Pupuk Organik Padat
3. Pupuk Organik Cair

  1. Pupuk N (Nitrogen) Organik

    Bahan-bahan:
    – Akar kacang tanah 1 kg
    – Jerami 1 kg
    – Daun salam 1 kg
    – Daun sirsak 1 kg
    – Wadah berpenutup (drum, dll)
    – Air kelapa 1 kg
    – Tetes tebu atau cairan gula merah 10 sendok
    – Mikroba cair (EM4)
    – Urine sapi

    Cara Membuat Pupuk N (Nitrogen)
    – Cacah lembut akar kacang tanah, daun salam, dan daun sirsak
    – Aduk bahan-bahan yang sudah dicacah tersebut dengan air kelapa, urine sapi, dan tetes tebu
    – Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam sebuah wadah (drum) dan tambahkan mikroba untuk mempercepat proses fermentasi
    – Setelah selesai tutup wadah dengan rapat dan biarkan hingga 3 minggu
    – Setelah tiga minggu cairan disaring dan siap digunakan

2. Cara Membuat Pupuk P (Phospor) Organik

Bahan-bahan:
– Batang pisang 1 kg
– Tetes tebu atau larutan gula 1 ons

Caranya

  • Potong melintang batang pisang kemudian aduk dengan tetes tebu
  • Masukkan ke dalam wadah kemudian wadah ditutup rapat
  • Tiga minggu kemudian cairan disaring dan jadilah pupuk cair dengan kandungan P

3. Cara Membuat Pupuk K (Kalium) Organik

Bahan-bahan:
– Sabut kelapa 5 kg
– Air 100 liter

Cara membuat:
– Rendam sabut kelapa ke dalam drum berisi air
– Kemudian tutup rapat wadah berisi rendaman sabut kelapa tersebut
– Buat saluran udara menggunakan selang dan masukkan ujungnya ke dalam botol
– 2-3 minggu kemudian saring cairan Pupuk K
– Cara Penggunaan Pupuk dengan air perbandingan 1:14 liter , semoga dapat menambah wawasan.

Cara dan Bahan yang diperlukan untuk bisa membuat Pupuk Organik Padat:

  • Sekam Padi
  • Bisa sisa-sisa tanaman (akar, batang, daun).
  • Kotoran ternak (kotoran kambing, sapi, ayam)
  • Bakteri pengurai, (EM4 Bekatul Larutan gula/molase)

Setelah bahan yang diperlukan lengkap, maka langkah berikutnya adalah melakukan proses pembuatan yang dimulai dengan :

  1. Merajang bahan-bahan organik yang berupa sisa-sisa tanaman. Potong-potong bagian-bagian sisa tanaman tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih mudah diurai oleh bakteri pengurai.
  2. Campur bahan organik yang telah di potong-potong dengan sekam padi dan kotoran ternak Aduk hingga tercampur merata
  3. Buat molase dengan mencampurkan 1 tutup botol EM4 ke dalam larutan air gula Masukkan bekatul ke dalam campuran air gula dan EM4 tersebut (namanya molase).
  4. Aduk hingga merata Siramkan larutan molase tersebut ke campuran bahan organik, sekam dan kotoran ternak secara merata. Pastikan semua campuran terkena larutan molase tersebut
  5. Tutup adukan yang telah disiram menggunakan molase dengan terpal supaya proses penguraian bahan organik menjadi pupuk dapat berjalan dengan baik
    6.Cek kondisi campuran setiap hari. Apabila ketika tangan di masukkan ke dalam campuran terasa panas, maka aduk campuran. Balik bagian bawah campuran agar berada di atas, dan yang di atas masuk ke dalam. Cara ini dilakukan agar proses penguraian berjalan dengan merata.Lakukan proses pengecekan selama 7-14 hari. Apabila campuran telah menjadi remah dan sudah tidak panas berarti proses penguraian telah selesai berlangsung dan pupuk telah jadi.

Cara membuat POC (Pupuk Organik Cair)

1. Persiapan Bahan Dasar POC

Bahan dasar pembuat POC hampir sama dengan bahan dasar pembuat bokashi padat. Namun sebaiknya anda memilih bahan dasar yang memang memiliki kandungan unsur hara makro maupun mikro yang tinggi sehingga nantinya akan di dapat POC dengan kadar nutrisi yang tinggi pula. Bahan-bahan dasar yang bisa anda gunakan untuk pembuatan POC diantarannya :

  • Sisa sayuran
  • Ampas kelapa
  • Air cucian beras
  • Batang Pisang (bagian dalam)
  • Kotoran Ternak (bisa campuran)
  • Air kencing hewan herbivore
  • Tepung gandum / tepung beras / nasi basi
  • Dedak
  • Bungkil Ampas sisa kedelai

Bahan diatas sifatnya opsional jadi carilah yang mudah untuk anda dapatkan sebanyak mungkin jenisnya. Lalu berikut ini adalah beberapa bahan yang wajib ada yaitu sebagai berikut :

  • Susu (Boleh cair boleh bubuk)
  • Telur
  • Madu
  • Air kelapa muda
  • EM4
  • Gula / tetes tebu

Nah anda bisa memilih bahan dasar pembuatan POC yang mana yang bisa dengan mudah anda dapatkan. Namun untuk bahan wajib anda harus memilikinya karena itu adalah kunci pelengkap nutrisi. Memang untuk bahan dasar POC sebaikya tidak digunakan bahan organik sembarangan dengan nutrisi seadanya sebagaimana pembuatan bokashi padat.

Kuncinya adalah semakin banyak ragam jenis bahan dasar yang anda campurkan maka akan semakin lengkap kandungan nutrisi dalam POC.

2. Penghalusan Bahan Dasar

Agar nantinya bahan-bahan tadi bisa dengan cepat terurai maka sebaiknya dilakukan penghalusan bahan dasar yakni memotong-motong (mencacah) bahan menjadi ukuran kecil-kecil terutama bagi bahan kasar seperti sayur-sayuran.

Intinya semakin kecil potonganny maka semakin cepat proses penguraiannya.

Jika ingin hasilnya bagus anda bisa menguakan blender atau mesin crusher sehingga bahan hamper menyerupai bubur. Pisahkan antara bahan padat dan bahan cair pada tempat yang berbeda sebelum dilakukan pencampuran.

3. Persiapan Mikroorganisme Pengurai (Dekomposer)

Mikroorganisme pengurai bisa dari jenis bakteri atau pun jamur. Namun pada cara membuat pupuk organik cair (poc) maka sebaiknya digunakan jenis bakteri baik saja yakni yang bersifat decomposer serta antagonis (melawan bakteri pathogen penyebab penyakit tanaman).

Keuntungan menggunakan bakteri antagonis selain mempercepat proses penguraian bahan dasar pembuatan POC juga mampu membebaskan POC dari kontaminasi bakteri pathogen (jahat) yang bisa membahayakan tanaman.

Biasanya yang umum digunakan adalah EM4 yang isinya sangat lengkap terdiri dari berbagai bakteri pengurai.

Bakteri ini perlu diaktifkan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :

  • Larutkan gula (tetes tebu) dalam 10 Liter air sumur Tambahkan 200-500 CC Larutan EM4 (minimal 20 tutup botolnya)Aduk rata dan diamkan 1-2 hari pada tempat yang teduh
  • Tujuan dilakukan persiapan ini adalah untuk mengaktifkan bakteri serta membiakkannya terlebih dahulu sehingga akan lebih cepat menguraikan bahan dasar POC.

4. Cara Membuat POC (Pupuk Organik Cair)

Setelah melewati beberapa proses diatas maka berikut adalah tahapan pembuatan POC yang benar :

Campurkan secara merata semua bahan dasar padat yang sudah dihaluskan lalu masukkan dalam karung berpori atau kain bekas berpori semisal kaos. Campurkan bahan cair seperti air cucian beras, air susu, madu, telur air kelapa dan air EM4 lalu aduk merata dan masukkan dalam tong atau wadah lain. Setelah itu masukkan bungkusan bahan padat kedalam tong tadi hingga seluruh bagiannya tenggelam (Anda bisa menambahkan batu dalam bungkusan guna menjadi pemberat agar tengelam)Tutup tong tersebut dan beri satu lubang kecil dan masukkan selang kecil pada lubang tersebut.

Ujung selang yang berada diluar dimasukkan kedalam botol bekas berisi air tujuannya adalah untuk menstabilkan suhu didalam tong selama proses fermentasi (penguraian) terjadi.Penguraian model ini terjadi secara anaerob (tanpa udara) dan akan memakan waktu lebih lama yakni minimal 1 bulan Jika anda menghendaki waktu 2 kali lebih cepat maka anda bisa menggunakan metode (oksigen) namun anda harus memompakan udara secara teratur melalui selang sehingga perlu dibuat 2 selang. Namun cara ini tentu membutuhkan banyak biaya dan menyita lebih banyak waktu.Anda bisa membuka tong setelah 1 bulan lalu mengambil bungkusan di dalam tong setelah diperas terlebih dahulu agar sisa nutrisi keluar

Air dalam tong tersebut kemudian disaring dan di masukkan ke dalam botol ukuran 1 Liter sehingga anda akan memperoleh beberapa botol POC.

5. Ciri POC Yang Sudah Jadi (Siap Pakai)

POC yang sudah jadi memiliki ciri tidak berbau busuk dan justru berbau fermentasi (sepeti tape). Jika berbau busuk maka artinya fermentasi gagal dan airnya malah justru berisi bakteri jahat dan senyawa kimia berbahaya.

Ciri yang selanjutnya ialah dengan mencobanya pada tanaman dengan cara dicampur air dengan dosis 5-10cc per liter lalu semprotkan ke daun tanaman serta dikocorkan ke akar tanaman dengan dosis yang sama.

Jika setelah 2-3 hari tampak daun tanaman berubah menjadi lebih hijau segar dan tumbuh pesat maka artinya POC itu mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman.

Sebenarnya anda bisa melakukan uji kandungan dengan meminta bantuan ke dinas pertanian atau laboratorium terdekat guna mengetahui kandungan lebih lengkapnya. Pada umumnya dengan bahan dasar seperti yang sudah disebutkan diatas maka POC sudah mengandung unsur hara lengkap seperti N, P, K, Mg, S, Ca lalu ditamabh unsur hara mikro seperti B, Fe, Zn, Cu, Cl, Mo dan ZPT seperti Auxin, Giberilin dan Sitokinin serta bakteri baik yang bisa menyehatkan dan melindungi tanaman.

6. Cara Aplikasi POC

Pupuk Organik Cair bisa anda aplikasikan dengan cara semprot ke daun atau dengan cara kocor ke pangkal akar tanaman. Dosis yang anda pakai ialah 5-10 cc per liter atau sekitar 100 cc untuk 1 tangki semprot ukuran14-16 Liter.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai cara membuat Pupuk NPK Organik baik POC (Pupuk Organik Cair) dan Padat yang bisa anda praktekkan sendiri dirumah

Baca Juga :  Mengenal Jamur Tiram, Pleurotus ostreatus
Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!
Close