Tips Pemupukan Tanaman dengan Pupuk Organik dan Kimia dengan Dosis Terukur

Diposting pada
Cara pemupukan tanaman memerlukan keahlian dan tidak hanya sekedar memberi pupuk, diperlukan jenis pupuk dan dosis, baik itu yang jenis pupuk  kimia dan pupuk organik.  Sering saya temui seorang petani yang baru mulai menggeluti dunia pertanian atau perkebunan tidak faham prinsip dasar pemupukan.

Pada dasarnya teknik untuk pupuk tanaman apapun, jika dasarnya tidak faham, maka dijalan akan banyak kasus, entah itu daun layu, menguning, mati dan seterusnya. Tanaman (apapun tanamannya) prinsip dasarnya sama, sebelum budidaya harus mengerti dulu lahan kita seperti apa. Yuk kita simak berikut ini:

 

Faktor yang Berpengaruh

1. Kapasitas tukar kation (KTK)  Harus Tinggi
– Nilai Tukar Kation wajib tinggi
– Karena tanaman akan menyerap bukan unsur tapi kation yang diserap
– Jika KTK rendah maka daya serap rendah
– KTK bagus jika ada kandungan C organik yang cukup, jika tidak diperhatikan apapun pupuknya tidak terserap, karena nilai tukar kation tidak cukup
– Yang terserap tanaman dalam bentuk kation
– Jadi KTK harus tercukupi
– Untuk menaikan nilai KTK maka C organik harus masuk.
– Petani di indonesia jarang ngukur berapa KTK
– Maka di kp2m ada konsep masuk C organik ( kohe, asam humad )
– Sejelek-jeleknya 1 ton untuk 1 ha bahan organik yang sudah matang ( sudah di uraikan), agar berbentuk nilai KTK ideal, agar pupuk murah juga bisa terserap
– Bahan organik bisa kohe, daun-daun, rumput dll. tapi harus sudah difermentasi dulu pakai QRR (minimal 2 minggu)
– Jika 2 minggu maka nilai KTK akan cukup.
– Bahan organik mentah atau matang bukan dari lamanya tersimpan, tapi kalau belum diurai belum tentu matang.
– Asam humad murah, tapi bahan organik juga masuk, agar tekstur tanah lebih poros. agar hidrogen dan oksigen bisa normal.
– Biar yakin c organik masuk asam humad
– 8-10 liter per ha atau 10 hari sekali masuk asam humad agar KTK terjaga
Baca juga:

 

2. Derajat Keasaman Tanah

– Jika PH dibawah 5,5 maka yang akan dominan AL dan FE (unsur asam), jika unsur itu dominan, maka akan mengikat pospor.
– Artinya tanaman tidak akan sempurna menyerap nutrisi (N, P, K) karena terikat oleh al dan fe.
– Jadi PH harus stabil, agar yang dominan CA dan MG agar AL dan FE tidak bisa mengikat apa-apa jika PH diatas 6
– Maka harus CA, MG. Jika dominan CA dan MG maka PH akan naik
– Maka nantinya AL dan FE tidak akan berfungsi karena dominan CA dan MG di lahan.
– Jadi harus bisa mempelajari pertumbuhan tanaman, jika kurang bagus maka tandanya PH rendah.
– Tanaman juga akan menyerap CA dan MG, maka CA dan MG harus rutin masuk bersama nutisi lain agar CA dan MG selalu ada di lahan.
– Jadi jaga PH jangan kurang dari 6, dengan rutin 1 minggu sekali masuk CA dan MG
– Nanti nutrisi yang masuk akan menyerap nutrisi full

4. Tekstur Tanah

Makro: N, P, K, Ca, Mg, S
– Masalahnya bukan mahal atau murah tapi bisa tidak diserap tanaman
– Bisa diserap tanaman kalau KTK benar, Ph benar, Kejenuhan basa benar, semua normal, maka apapun yang dimasukin akan terserap tanaman
– Masuk asam humad dan asal vulvat secara berkala dan CA / MG
– Karena unsur-unsur itu terserap tanaman, jadi akan berkurang. jadi harus ditambah terus rutin.
– Jika PH kurang dari 4 maka ketika tidak normal dan kejenuhan basa tidak normal
– Jadi kebutuhan C organik dan CA MG 1 minggu sekali masuk akan selalu terjaga KTK dan PH selalu stabil.
– Aplikasi asam humad 8 liter dicampur air jadi 400 liter / ha
– Sekam bakar atau biochar itu CA kecil, jadi harus ditambah
– Jika pakai ilalang pakai daunnya, akar dibuang.
– MG SO4 itu S nya rendah.
– Bahan C organik dari kipait itu harus banyak (jangan 1 karung)
– Ph usahakan 1 minggu sekali cek bila perlu 1 minggu sekali
– Rekayasa pupuk pakar hanya di NPK, jadi CA dan MG terpisah (jadi dolomit harus masuk)
– Kita harus punya ph meter, untuk menaikan ph 1 saja perlu 2,1 ton dolomit/ha
– Tapi kalau pakai asam humad cukup 8 sampai 10 liter
– Kalau akar masih pendek bisa kocor disekitar batang. kalau sudah lebih dari 1 minggu bisa 1 jengkal
– Kalau mau pakai jerami bisa tapi dengan qrr akan terurai 20 hari.
– Di qrv dan qrg dari pusat sudah ada CA dan MG
– Untuk 1 drum 200 liter, asam humad 1 liter/ kg
– Menaikkan PH tanah harus masuk CA dan MG.
– CA dan MG akan menaikan ph jika KTK normal
– KTK normal jika masuk asam humad

 

Pemupukan Yang Benar

– Ca kalau Murni 98% itu ca 2 kg dan mg 1 kg untuk 200 liter air.
– Jika pakai sistem lubang maka per lubang 1 gelas
– Jika pakai dolomit 1 kg maka air 10 liter, akan sama kandungannya dgn yg CA dan Mg murni di atas.
– PH meter pakai takemura yg bagus.
-Kenapa masuk kohe 1 karung per bedengan agar ktk normal, jika ktk normal maka ca dan Mg akan berfungsi.
– Jadi ktk dan ca mg harus ada
– Dolomit harus difermentasi qrr minimal 1 hari semalam agar Ca dan Mg terurai.
– Yang merusak ktk jika C organik habis.
– Jadi jika ktk rusak dan pupuk kimia masuk akan numpuk jadi residu.
– Jika kemampuan ktk misal 10 dan masuk pupuk 20, maka tdk seimbang dan merusak.
– Yang bahaya residu pupuk sintetis yg tdk terurai. jadi jika ada qrr maka berapapun yg masuk akan terurai. termasuk herbisida dll.
– Untuk CA bisa juga pakai CaCo3
– Jika pakai mulsa dipakai tanam lagi, maka tinggal cabut tanaman dan masuk asam humad, ca, mg.
– Pakar menyarankan 5 hari sekali masuk pupuk yang panen berulang
– Yang panen sekali cukup 10 hari sekali pemupukan
– Kebutuhan sulfur paling 4% , di AJR juga sudah cukup.
– Dosis 4000-5000 ppm kocor (Sore hari)
– Dosis 2000-2500 ppm spray (pagi hari)

Baca :  Cara Pemeliharaan, Pengendalian Hama, Panen dan Pasca Panen Pada Tanaman Padi

 

Kapan waktu masuk dan dosis :

1. Spray

– Jika spray maka pagi hari
– Karena stomata terbuka dan langsung dimasak
– Tapi jika masuk sore hari maka akan sia² karena blm tentu diserap stomata dan pagi ada embun jadi larut.
– Jadi saran spray pagi.
– Dosis 1500-2500 ppm
– Amannya 2000 ppm
– Tanah dibasahin dulu sebelum spray

 

2. Kocor

– Jika pagi kocor, maka jika ada matahari maka air akan berkurang dan dikhawatirkan akan overdosis.
– Jika sore hari kocor maka akan slow diserap tanaman dan aman
– Sebelum kocor 1 jam sebelumnya tanah disiram agar tidak kering
– Karena jika langsung kocor dihawatirkan akan bubar jalan
– Dosis 4000-6000 pppm
– Amannya 5000 ppm
– 5 hari sekali atau maksimal 10 hari sekali
– Tanah dibasahin dulu sebelum kocor
– Walau kocor 5000 ppm nantinya akan naik ke daun jadi sekitar 2000 ppm

 

Menghidupkan QRR

– Gula 1 ons 1 bulan hidup
– Semakin banyak gula semakin lama bangun
– Jika habis makanan maka akan dorman
– Jika kelamaan dorman akan membentuk spora di lapisan atas
– Ada hama atau tidak ada hama spray 1 minggu sekali
– Kalau mau berhasil tds harus punya, PH meter harus punya, bwd juga
– Jadi pemupukan bebas bisanya melalui daun atau melalui akar (bebas) asal pakem-pakemnya diperhatikan sesuai uraian di atas.

 

Demikian ulasan singkat dari pengalaman pakar petani organik tentang Tips Penerapan Pupuk Organik dan Kimia dengan Dosis yang Terukur. Semoga bermanfaat
Salam organik (Syato Kawaqi)