LelePerikanan

Teknik Pembesaran Ikan Lele dan Antisipasi Hama Penyakit

pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan lele

Teknik Pembesaran Ikan Lele dan Antisipasi Hama Penyakit. Ada beberapa teknik pembesaran ikan lele yang biasa dilakukan yakni, pembesaran dalam kolam tembok atau tanah serta pembesaran sistem longyam.

Teknik pembesaran ikan lele

1) Pembesaran dalam kolam. Kolam pembesaran yang dilakukan bisa berupa kolam tembok atau tanah dengan menggunakan plastik, fi ber dan sebagainya. Tidak ada patokan yang baku untuk ukuran kolam yang akan dipakai sebagai tempat pembesaran tetapi disesuaikan dengan luas lahan yang ada.

2) Pembesaran sistem longyam. Pembesaran sistem longyam adalah pembesaran ikan lele yang dikombinasikan dengan kandang pemeliharaan ayam. Sistem longyam memiliki dua keunggulan, yakni secara ekonomi lebih menguntungkan dan dalam pemanfaatan pakan lebih efi sien. Dengan sistem ini, satu lahan digunakan untuk dua jenis usaha sekaligus. Sisa pakan ayam yang jatuh ke kolam bisa menjadi santapan dan pakan tambahan bagi ikan lele. Berdasarkan pengamatan lapangan yang dilakukan di Kabupaten Sleman, teknologi yang digunakan dalam pembenihan hampir seluruhnya dilakukan secara alami (tradisional) dan dalam pembesaran mayoritas menggunakan kolam baik kolam tembok (sebagian besar) maupun kolam tanah (sebagian kecil).

Baca juga:

Budidaya Lele Model Bioflok Hasil Fantastis 10x Lipat

Sistem Budidaya Ikan Lele Tanpa Ganti Air dan Percepatan Pertumbuhan

Baca Juga :  Klasifikasi Morfologi dan Biologis Ikan Lele Dumbo

Pakan dan Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Ikan Lele Dumbo Hasil Persilangan Ikan Lele Lokal Afrika dengan Lele Lokal dari Taiwan

Budidaya Ternak Lele Siap Target Panen, Cobalah Sistem Bioflok

Penyakit Lele, Penyebab Ikan Lele Mati, Tips Mencegah dan Pengobatannya

 

Kendala Produksi Budidaya Ikan Lele

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan lele adalah serangan hama dan penyakit. Kerugian akibat hama biasanya tidak sebesar serangan penyakit. Meskipun demikian kedua-duanya harus mendapat perhatian penuh, sehingga usaha budidaya dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan.

Dengan padat penebaran yang demikian tinggi pada pembudidaya yang intensif, maka serangan penyakit dapat terjadi sewaktu– waktu, bahkan secara ekstrim dapat dikatakan tinggal menunggu waktu. Monitoring yang ketat dan konsisten merupakan langkah yang harus dikerjakan dalam usaha budidaya yang modern.

Monitoring tidak hanya dilakukan pada ikan yang dibudidayakan saja, tetapi juga terhadap kondisi airnya. Kalau diperhatikan dengan cermat, sebelum ikan terkena penyakit maka akan menunjukkan gejala–gejala terlebih dahulu. Gejala–gejala tersebut diantaranya adalah nafsu makan yang berkurang, gerakan menjadi lambat, pengeluaran lendir yang berlebihan dan pada stadium selanjutnya akan terlihat perubahan warna, bahkan mulai ada luka pada tubuhnya. Semua gejala ini dapat dilihat secara visual.

Baca Juga :  Budidaya Bandeng Menjadi Primadona di Kabupaten Pangkep

Gejala ini sebenarnya tidak hanya tampak pada ikannya saja, tapi juga kondisi airnya. Air kolam tampak lebih kental atau pekat, akibat pengeluaran lendir yang berlebihan. Apabila melihat gejala ini, maka harus segera dilakukan langkah pengobatan sebelum penyakitnya menjadi lebih parah. Pengobatan yang lebih dini akan mengurangi jumlah ikan yang mati, bahkan akan menyelamatkan ikan yang dibudidayakan.

Penanggulangan Hama Di Kolam Ikan Lele

Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa, membunuh dan mempengaruhi produktivitas, baik secara langsung ataupun bertahap. Hama ini bisa berasal dari aliran air masuk, udara maupun darat. Ada dua cara yang biasanya digunakan untuk mencegah hama, yaitu: 1. Melakukan pengeringan dan pemupukan kolam. 2. Memasang saringan pada pintu pemasukan air (inlet). Hama pada ikan lele yang biasanya ada adalah ular, belut, ikan–ikan buas, linsang dan burung pemakan ikan.

Penyakit Ikan Lele

Penyakit dapat disebabkan oleh adanya gangguan dari jasad hidup atau sering disebut dengan penyakit parasiter dan yang disebabkan oleh faktor fisik dan kimia perairan atau non parasiter. Jasad hidup penyebab penyakit tersebut diantaranya adalah virus, jamur, bakteri, protozoa, nematoda dan jenis udang renik. Penyebab penyakit dari satu ikan ke ikan lainnya dapat melalui:

Baca Juga :  Budidaya Ternak Belut Cara Modern Bikin Cepat Panen

1. Aliran air yang masuk ke kolam.

2. Media tempat ikan tersebut hidup.

3. Kontak langsung antara ikan yang sakit dan ikan yang sehat.

4. Kontak tidak langsung yaitu melalui peralatan yang terkontaminasi (selang air, gayung, ember dan sebagainya).

5. Agent atau carrier (perantara atau pembawa). Beberapa tindakan untuk mengatasi berbagai serangan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain aplikasi obat langsung ke ikan. Pengobatan ini dapat dilakukan melalui penyuntikan. Tindakan pengobatan melalui penyuntikan ini hanya efektif jika ikan yang terserang penyakit jumlahnya sedikit.

Bakteri, jamur dan parasit merupakan sumber utama penyakit pada ikan lele, walaupun demikian masih ada penyakit lain yang belum diketahui penyebabnya. Berikut ini disajikan tabel yang memuat gejala klinis dan diagnosisnya.

Pembudidaya pembesaran ikan lele di Kabupaten Sleman untuk pengobatan umumnya lebih senang menggunakan garam dapur atau daun ketapang, dengan alasan mudah didapat dan murah harganya.

Sekian dulu tentang Teknik Pembesaran Ikan Lele dan Antisipasi Hama Penyakit dan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan lele. Terima kasih dan sukses selalu.

Kata Kunci:

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca juga

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close