Rahasia Sukses Budidaya Ternak Belut Secara Intensif

Diposting pada

Budidaya atau ternak belut jadi solusi banyaknya kebutuhan pasar yang tinggi akan daging belut . Rasanya yang enak dan bergizi. Alam liar sangat sedikit dan susah memperoleh banyak, jadi solusi budidaya belut sangat potensi untuk kebutuhan lokal dan ekspor.

 

Keuntungan Budidaya Ternak Belut

Bisnis Ternak Belut atau Budidaya Belut bisa menjadi usaha yang menjanjikan, sebab sudah lama dipasarkan ke beberapa negara, seperti jepang dan korea. Perlu ketekunan khusus untuk memulai dan mahir beternak belut, jadi lebih baik ikuti pelatihan atau membeli buku tentang budidaya belut sampi mahir dan sukses.

 

Kendala Budidaya Ternak Belut

Ada beberapa kendala kasus yang sering ditemui dalam melakukan ternak Belut atau Budidaya Belut, diantaranya permasalahan tersebut misalnya adalah belut tidak bisa besar, belut banyak yang mati dan lain-lain. untuk mengatasi permasalah tersebut, sangat diperlukan pengetahuan teknik budidaya ternak belut yang banyak.

 

Media Budidaya Ternak Belut

Media pemeliharaan untuk ternak Belut atau Budidaya Belut bisa berupa kolam semen, kolam terpal dan bahkan drum bekas yang penting belut tidak lari keluar media. Ukuran kolam juga disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan tentunya ini berkaitan pula dengan bibit belut yang akan di tebar. Selain itu juga kolam harus diupayakan yang menyerupai habitat aslinya, untuk membuat media terhadap kolam yaitu diisi dengan tanah sawah atau lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos atau sekam/gabah padi yang sudah dibusukan, bisa juga dengan jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk orea dan pupuk NPK.

 

Penempatan Media Ternak Belut tersebut di atas dilakukan dengan perbandingan:

  • Di lapisan paling bawah atau ke satu adalah  jerami padi dengan ketinggian dan tebal 5 cm, kemudian taburkanlah secara merata pupuk urea sebanyak 5 kg dan pupuk NPK sebanyak 5 kg, untuk ukuran kolam 450 cm x 550 cm, apabila kolam tadi lebih besar atau lebih kecil dari ukuran ini perbandingan pupuk tadi dapat anda jadikan acuan.
  • Pada lapisan kedua adalah tanah atau lebih baiknya lumpur sawah kira-kita tinggi 5 cm.
  • Lapisan ketiga taburkan pupuk kandang merata setinggi 5 cm.
  • Lapisan keempat sangat bagus ditambahkan pupuk kompos tinggi 5 cm, dan
  • Pada lapisan yang ke empat adalah tanah atau lumpur  tinggi 5 cm.
  • Kemudian di lapisan kelima yaitu berilah  lumpur  dan ada tebarkan  cincangan dari batang pisang setinggi 10 cm.
  • Lalu pada lapisan ke enam adalah tanah  lumpur lagi setinggi kurang lebih 10 cm.
  • Lapisan terakhir yaitu ketujuh adalah air setinggi 10 cm dan di atas air lebih bagus tanamilah  enceng gondok sampai menutupi 3/4 permukaan kolam.
Baca :  Budidaya Bandeng Menjadi Primadona di Kabupaten Pangkep

 

Setelah semua media terisi didalam  kolam diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 minggu agar seluruh media mengalami fermentasi dan setelah 2 minggu selesai proses fermentasi nya maka, benih atau bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.

 

Memilih Bibit Belut

Hasil panen yang optimal dengan cara atau teknik pemeliharaan bibit yang baik dan tepat sehingga menghasilkan belut yang berkualitas baik dan tidak menjadikan bibit / hasil penen yang up normal. Benih belut pilihan harus memenuhi beberapa syarat diantaranya :

  •     Badan belut masih dalam keadaan utuh dan mulus atau tidak ada luka bekas gigitan dari ikan lain
  •     Gerakan tubuhnya lincah dan agresif
  •     Penampilannya sehat yang di ciri kan dari tubuhnya yang keras tidak lemas jika dipegang
  •     Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan dan usianya sekitar 2 bulan atau 4 bulan.

 

Fakta seputar kehidupan belut

dalam siklus kehidupan Belut ternyata punya kelamin ganda yaitu pergantian kelamin dari betina ke jantan. Pada belut muda selalu berjenis kelamin betina, sedangkan pada belut  tua selalu berkelamin jantan dan karena sifat-sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa mengalami masa kosong kelamin atau disebut banci. Kondisi itulah perubahan kelamin belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan sampai makan diantara mereka sendiri.

Baca :  Cara Budidaya Belut dari Dasar Sampai Sukses dengan Media Drum

 

Makanan Ternak Belut 

Secara alami belut bisa makan dari jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air seperti serangga, siput, dan juga cacing anak katak sampai  serta anak ikan. Dengan sifat belut ini termasuk dalam Hewan karnivora yaitu memakan binatang lain. Belut yang  kecil biasanya makan zooplankton yang halus seperti antara lain protozoa atau hewan bersel satu, microcrustacean atau udang renik kecil, invertebrata, microscopic atau hewan-hewan tak bertulang belakang dan kecil .  Beda dengan belut yang sudah dewasa makan larva serangga,  bisa cacing, siput, berudu atau anak kodok dan benih ikan yang masih kecil.

Sifat belut ketika mencari makan yaitu menyukai binatang yang masih hidup, sehingga tidak mudah bagi belut mencari makanannya sendiri. Cara  belut mencari makanannya dengan cara menyergap mangsa-mangsanya dengan cara membuat lubang perangkap, yaitu menggali lumpur di tepian perairan dan di tengah sawah ataupun rawa. Lubang penyergap ini berdiameter 5 cm dan panjang layaknya terowongan  tegak kebawah lalu membengkok dan gaya lobang mendatar.

 

Proses Panen Belut

Waktu yang tepat saat panen perlu diperhatikan dan wadah penampung juga perlu disiapkan untuk membawa belut hasil panen dilokasi penjualan. Belut siap panen untuk kebutuhan pasar lokal dari mulai penaburan benih sampai pemanenan minimal 3 bulan dengan jumlah per kg sekitar 20-30 ekor. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar ekspor dari mulai penaburan benih minimal 8 bulan dengan jumlah per kg nya di bawah 7 ekor.

Sekilas tentang budidaya Ternak Belut. Informasi selanjutnya, akan segera kami update.

key: