Pertanian

Proses Fragmentasi dan Efektivitas Bakteri Fotosintetis Sebagai POC

Aplikasi PSB ke Tanaman, Pupuk Organik Cair POC, Isolasi Bakteri

Beberapa waktu lalu, ada pendapat bahwa PSB itu berbau kurang sedap, Bagaimanakah penjelasannya? dan bagaimana kah cara tepat aplikasi dari PSB ini..?

Ok, mari kita mulai !

Pembuatan biang bakteri PSB (PhotoSynthetic Bacteria), seperti yg telah banyak di wedar menggunakan subtrat telur dan katalis monosodium glutamat, secara fungsi bertujuan untuk mengisolasi dan memperbanyak itu bakteri dan proses ini bernama Fragmentasi.

Dalam proses fragmentasi ini, karena tujuannya memperbanyak bakteri, maka waktu yg di perlukan cukup lama dan variatif, bisa dua minggu, sebulan, dsb.., yang kemudian bisa di amati perubahannya di tandai dengan perubahan pigmen warna dalam media, bisa merah,hijau, dsb, sebagai indikator keberhasilan isolasinya.

Baca juga:

Ramuan Organik Membuat Insektisida, Fungisida, Bakterisida, Rodentisida, Moluskisida, Nematisida dll

Manfaat Bakteri Fotosintesis Untuk Tanaman dan Cara Membuatnya

Baca Juga :  Industri Benih Jagung Hibrida Pioneer Merajai Pasar, Berikut Jenis Produknya

Nah, dalam proses fragmentasi dalam model fermentasi anaerob ini, selain dari memperbanyak diri, bakteri ini juga sudah tentu melakukan aktivitas yang di sebut dengan bermetabolit, dan dari metabolit tersebut ,bakteri ini menghasilkan beberapa senyawa, asam amino,sulfat, dan beberapa senyawa lainnya.

 

Mengenai pigmen warna, ditentukan oleh jenis psb nya, bahan subtitusi dan juga kondisional (penyinaran dari matahari atau tidak)

Sayangnya, dalam proses fragmentasi ini, (karena cukup lama waktunya), senyawa-senyawa yang di hasilkan dari metabolitnya ini ada yg pecah/terurai, bisa karena batas waktu, panas,teroksidasi,dll.., dan inilah yang membuat bahan di medianya beraroma kurang sedap, bisa jadi asam amino nya terurai dll

Analoginya, sama dengan orang kalo menahan kencing terlalu lama di dalam kantung kemih, itu juga bisa berbau, umumnya seperti baru bangun tidur,dan tertahan cukup lama.. nah proses berbau ini di karenakan senyawa ureum dalam urin nya sdh pecah / terurai menjadi amonia karena panas dan batas waktu urai.

Baca Juga :  Cara Menanam Lombok Besar / Cabe Merah dibantu Pupuk Phonska Sampai Panen Melimpah

Jadi, kesimpulannya adl dalam fragmentasi PSB tersebut, pasti akan menimbulkan bau kurang sedap,akibat proses penguraian senyawa. Tetapi secara default ada juga jenis psb yg hasil senyawa nya memang berbau, meskipun tdk pecah senyawanya.

Lalu, bagaimanakah langkah efektif dalam aplikasi psb ke tanaman ?

  1. Sebagai Vektor penurun tegangan dan sebagai alat bantu fotosintesis dengan cara spray, sudah penulis wedar di artikel sebelumnya. Dimana dalam konteks ini yg kita perlukan adl bakterinya. Artinya dari fragmentasi tersebut bisa langsung saja di spray.
  1. Sebagai Pupuk organik cair, dimana yg menjadi penting disini adl nutrisinya atau hasil senyawa metabolit nya..
Baca Juga :  Cara Mengolah Air Kelapa Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Berkualitas Tinggi

Untuk itu, dari penjelasan di atas, maka kita harus membuat dan menjaga senyawa nya tidak pecah, dengan cara :

  • Ambil biang Psb dari hasil fragmentasi sebanyak 150-200 ml, kemudian masukan di dalam wadah yang baru (botol air kemasan 1500 ml) beserta bahan2 yg baru, bahan yang baru bisa dari apa saja, (telur,  ikan, buah, daun, beras,dll) di sesuaikan dengan kebutuhan fase tanaman, dan juga tambahkan air. Kemudian di fermentasi anaerob selama 5 hari (Rekomendasi Penulis).
  • Dan bisa langsung di gunakan (kocor/Spray)
  • Semakin banyak biang Psb, maka semakin cepat proses fermentasi bahannya..
  • Hasil Senyawa nya bisa berbau bisa juga tidak(tergantung jenis senyawa yg di hasilkan dan batas urai nya)
  • Pigmen Warna mengikuti kecepatan fermentasi. Semoga Bermanfaat.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Baca Juga

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close