Cara Mudah Perawatan Sarang Burung Walet Hingga Siap Panen

Diposting pada

Perawatan Sarang Burung Walet hingga siap panen sangat membutuhkan perawatan yang intensif dan perhatian ekstra supaya panen sarang lebih maksimal. Peralatan dan fasilitas di gedung walet perlu juga dilengkapi sehingga burung walet betah di gedung yang disediakan. Sebelum kita bahas ke perawatan dari burung walet ini, kami akan berbagi sedikit  pengetahuan yang perlu diketahui oleh peternak sarang walet.

 

Pusat peternakan burung walet ini banyak kita temukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kini sudah meluas penyebarannya, seiring permintaan ekspor ke negara China dan lainnya.

 

Klasifikasi Jenis Burung Walet Menurut Penyebarannya

Klasifikasi jenisnya adalah sebagai berikut :
Jenis Superorder   : Apomorphae
Jenis Order              : Apodiformes
Jenis Family            : Apodidae
Jenis Sub Family   : Apodenae
Jenis Tribes             : Collacaliini
Jenis Genera           : Collacalia
Jenis Species          : Collacaliafuciphaga

 

Apa Saja Manfaat Sarang Burung Walet ?

Sarang walet sudah lama dikenal dan dikonsumsi karena banyaknya manfaat yang didapat, diantaranya untuk menyembuhkan paru-paru, sakit panas dalam, dapat lancarkan peredaran darah dan penambahan tenaga. Hasil peternakan walet ini adalah sarang walet yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet  terkenal dengan harganya yang sangat tinggi dan banyak manfaatnya untuk kesehatan.

 

Baca juga:

Misting Nozzle Kabut Rumah Walet Lengkap dengan Pompa dan Adaptor

Harga Perlengkapan Burung Walet : Alat Embun Walet, Alat Panggil, Bazzoka

Tips Sukses Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern

 

Persyaratan Lokasi Ideal Peternakan Burung Walet

Persyaratan lingkungan sekitar lokasi gedung / rumah walet yaitu :

  1. Dataran yang rendah dan ketinggian maksimumnya adalah 1000 m dpl.
  2. Usahakan jauh dari teknologi kendaraan yang membisingkan dan ramainya penduduk sekitar.
  3. Lokasi gedung jauh dari gangguan burung-burung  predator seperti burung hantu, tikus dll.
  4. Lokasi gedung bagusnya di persawahan, padang rumput, hutan terbuka, dekat  pantai, sekitaran danau, dekat sungai atau daerah rawa-rawa.

 

Apa Saja Penyakit dan Hama Burung Walet ?

  1. Hama Tikus
    Hama tikus sukanya makan telur, anak dari burung walet hingga makan sarangnya. Tikus sering  mengganggu dengan suaranya yang  gaduh dan kotoran dari tikus juga air kencingnya bisa sebabkan suhu ruangan tidak nyaman.
    Cara mencegah  tikus ini adalah dengan cara tutuplah lubang-lubang bawah, jangan menimbun barang-barang bekas atau kayu yang bisa nantinya dibuat  sarang tikus.
  2. Hama Semut
    Hama semut api dan semut gatal biasanya suka makan anak dari walet dan mengganggu walet yang lagi bertelur.
    Cara memberantasnya yaitu berilah umpan supaya semut di luar sarang terpancing makan. Setelah itu baru dibasmi dan tutup lobang tempat semut berasal.
  3. Hama Kecoa
    Kecoa biasanya sering makan sarang burung sehingga menjadi cacat, kecil dan tidak sempurna.
    Cara membasminya adalah semprotkan insektisida, jagalah kebersihan gedung dan buanglah barang yang tidak dibutuhkan dibuang supaya tidak menjadi rumah persembunyiannya.
  4. Cicak dan Tokek
    Cicak dan tokek ini tidak hanya makan telur walet tapi juga sarang. Tokek sering makan anak dari burung walet. Kotoran dari tokek bisa menjadi faktor tercemarnya ruangan dan suhu yang ditimbulkan dapat mengganggu tenangnya burung walet di gedung.
    Cara membasminya adalah dengan cara diusir dan ditangkap,  cara pencegahannya hama ini masuk yaitu buatlah saluran air di sekitar pagar untuk dijadikan penghalang, tembok bagian luarnya dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.
Baca :  Persyaratan Lokasi Ideal Rumah / Gedung Walet

 

Berikut adalah Cara Budidaya ternak burung walet Paling Mudah dan Sederhana

Hewan ini aslinya hidup  di gua dekat pantai dan hutan, kini sudah sudah dibudidayakan dengan  diternakkan di rumahan atau dalam gedung. Memang hidup burung walet dengan cara berkelompok, kemudian bagaimana caranya diterapkan dalam gedung dalam berkelompok juga? nah berikut ini kami jelaskan cara cara budidaya ternak burung walet dengan muda, mulai dari pembibitan burung, sampai perawatan, tanpa kita lakukan pemanggilan terhadap koloni burung  untuk hinggap di gedung yang sudah kita sediakan.

 

Berikut adalah tahap cara budidaya ternak burung walet :

 

  1. Sediakanlah Lahan, Gedung atau Ruangan yang Nyaman

Cara ternak atau budidaya walet ini utamanya adalah sediakanlah lahan, ruangan atau gedung.

Habitat kehidupan burung ini juga perlu diperhatikan yaitu lingkungan yang terpencil, sepi, dan memiliki suhu antara 24 sampai 26 derajat Celcius.

Desain bangunan khusus dan ideal perlu diperhatikan, anda dapat membuat bangunan bentuk kotak, dan  terdapat lubang di setiap sisinya, untuk tempat keluar masuknya burung.

 

  1. Cara Pembibitan Burung Walet

Tujuan pembibitan ini tujuan utamanya adalah untuk perkembangan biak supaya cepat banyak. Kemudian caranya bagaimana?

Aslinya burung walet itu dapat diundang untuk datang ke rumah walet, yaitu dengan cara memasang rekaman suara burung walet di gedung yang disediakan atau baru dibangun kita. Kemudian catlah tembok dengan warna putih atau hitam.

Tetapi cara tersebut kemungkinan berhasil hanya beberapa persen saja.

Jika cara di atas tidak berhasil dan kurang maksimal, solusi lain bisa anda pesan telur walet yang akan ditetaskan di rumah / gedung walet yang kita siapkan.

 

Dari mana kita bisa mendapatkan telur burung walet ? tidak perlu repot-repot, di pasar burung tersedia atau pasar burung  ada yang menyediakan banyak macam telur, tersedia juga telur burung walet yang bagus kualitasnya. Jika tidak menemukan juga di toko burung, anda bisa membeli telur secara online.

Harga telur ini umumnya Rp 300 ribu per 30 butirnya (bisa kurang atau lebih) tergantung juga kota dimana yang jual.

 

  1. Cara Perawatan Burung Walet Yang Baik

CSetelah kita berhasil pembibitan, langkah selanjutnya cara merawat anakan burung walet supaya  menghasilkan burung walet yang sehat dan berkualitas tentunya. Burung walet yang sehat dan berkualitas, maka juga hasil sarang yang dihasilkan juga akan berkualitas.

Setelah berhasil menetaskan telur burung walet di gedung/ rumah walet, kemudian anak burung walet ini umumnya tidak akan dibawa keluar kandang yaitu selama 2-3 hari perkiraan.

Untuk pakannya, anda dapat memberi makan yang alami, seperti rayap, kumbang kecil, semut, dan serangga bersayap lainnya.

Kebutuhan utama burung walet yaitu sangat butuh kandungan protein dan karbohidrat yang mencukupi dan kandungan tadi banyak terkandung di serangga yang dadi juga butuh biji-bijian, jadi rutinkan ketika memberi pakan.

 

  1. Memperhatikan Kebiasaan Burung Walet Bagaimana Berkembang Biak dan Membuat Sarang

Cara membudidayakan burung walet yang sudah beranjak dewasa yaitu dengan cara memperhatikan kebiasaan mereka dalam proses perkembangbiakannya.

Baca :  Rahasia Teknik Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern

Di usia empat tahun walet sudah bertumbuh dewasa, akan tetapi tidak semua burung walet mampu bertahan hidup dengan lama, sebab beberapa persen burung walet mati, disebabkan diserang predator.

Setelah burung walet menemukan pasangannya, maka dia akan membuat sarang dan menempatinya.

Pasangan tersebut akan selalu bertemu setiap musim semi di sarang itu juga. Burung walet akan menghasilkan  2-3 butir telur pada interval 2 atau 3 hari. Pengeraman telur akan dimulainya dari telur pertama hingga seterusnya, selama 20-22 hari per telurnya.

 

Kapan Burung Walet Membuat Sarangnya ?

Inilah tujuan utama budidaya sarang  burung walet, yaitu untuk mendapatkan sarangnya untuk dijual di pasaran.

Jadi kapan burung walet membuat sarangnya ? perlu diketahui terlebih dahulu bahwa burung walet sendiri membutuhkan waktu kira-kira 30 sampai 45 hari untuk membuatkan sarangnya.

Untuk waktunya, burung walet bisa membuat sarang kapan saja bahkan mampu setiap waktu (pagi, siang, sore hingga malam).

Akan tetapi,  walet mau membuat sarang apabila kondisi kandang atau tempat tinggalnya memenuhi syarat akan kebiasaanya.

Mereka suka membuat sarang dengan lebih cepat apabila kondisi gedung  atau ruangan rumah walet mempunyai suhu, kelembapan dan iklim yang baik.

Kemudian setok pakan wajib diperhatikan supaya pasokan air liurnya melimpah dan sarang yang dibuatnya bagus dan juga tebal.

Bagi yang melum tahu nih, nyatanya yang menghasilkan air liur ternyata hanyalah burung walet jenis kelamin betina. Burung walet betina bisa hasilkan air liur secara maksimal disaat masa-masa ia akan bertelur dan setelah terjadinya adegan perkawinan.

 

  1. Panen

Proses panen yaitu ketika  walet betina akan bertelur (belum proses bertelur). Sebab pada saat itulah kita akan mendapat jenis sarang walet yang bagus dan berkualitas.

Sebaliknya jika kita ambil langkah panen ketika telur-telur burung sudah menetaskan telurnya sampai bisa terbang, maka kualitasnya sedikit menurun dan kurang bagus.

Setelah sudah proses pemanenan, kita kumpulkan dan kemas dan kita ke pusat penjualan sarang walet atau bisa juga jual online dengan memanfaatkan media sosial, forum online bisa juga lewat promosi di blog atau dengan memasarkan langsung, misalkan ke tempat pengobatan Cina, restoran atau hotel berbintang.

 

Demikian singkat padat dan mudah cara budidaya ternak burung walet yang bisa kita pelajari dan praktek. Diperlukan modal untuk membangun gedung atau ruangan rumah walet dan modal membeli bibit burung walet yang bagus berkualitas. Modalpun bisa kita dapatkan dengan pinjaman rendah bunga di bank yang menyediakan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat). Kemudian kita bisa dapatkan hasil dan keuntungan besar dari jualan sarang burung yang mempunyai harga mahal di pasaran lokal dan ekspor tersebut. Oke Semoga sukses !