Sapi

Pembangunan Peternakan Sapi Melalui Pengembangan Kawasan Agribisnis Sumatera

Secara nasional wacana dan upaya untuk menjadikan swasembada atas komoditi daging (sapi/ kerbau) yang dicanangkan pemerintah 4 – 5 tahun lalu akan tercapai pada kisaran tahun-tahun ini. Namun pada kenyataannya upaya-upaya yang telah dilakukan kearah itu belum lagi menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, impor daging dan ternak hidup sebagai bakalan penggemukan serta ternak sapi yang siap potong ternyata masih tinggi, bahkan seludupan daging ilegal melalui negara tetangga tidak jarang kita baca di media massa.

Baca Juga :  Desa Tangkil Kulon Menuju Sentra Agrobisnis Berbasis Lokal

Pada tahun 2015 pemasukan ternak sapi dan kerbau ke Sumatera Utara sejumlah 11.386 ekor. Pada tahun 2016 yang baru lalu oleh satu perusahaan importir ternak memprediksikan kekurangan ternak sapi/ kerbau di Sumatera Utara sejumlah 20.000 ekor per tahun. Disisi lain peternak kecil/ rakyat sebagai pemelihara ternak terbesar dan tersebar luas di pedesaan memiliki kondisi yang kurang berdaya.

Baca Juga :  Pengembangan Agroindustri Peternakan Sapi Targetkan Cukupi 90% Kebutuhan Daging Nasional

Laju peningkatan produksi jauh ketinggalan dibanding peningkatan laju permintaan masyarakat terhadap komoditi daging. Indikasi kelemahan dan kekurang-berdayaan peternak sebagai produsen hasil ternak secara nasional termasuk di Propinsi Sumatera Utara tercermin dari kondisi berbagai aspek penting dalam usaha peternakan yang dilakukan peternak kecil, antara lain : aspek usaha, aspek permodalan, aspek inovasi teknologi, aspek diversifikasi produk, aspek pemasaran dan aspek sumber daya manusia./ jml

Baca Juga :  Teknik Lengkap Fermentasi Jerami Padi Untuk Ternak Ruminansia
Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close