MesinReview ProdukTeknologi Agro

Mesin Panen Stripper Gatherer dan Chandue Sangat Membantu Petani

Mesin Panen Stripper harga merek mesin panen padi sederhana modern

Mesin panen Stripper Gatherer dan Chandue sangat membantu sekali petani padi, sebab kegiatan panen merupakan bagian akhir produksi yang sangat penting. Banyak faktor yang mempengaruhi susut panen, salah satunya adalah tenaga kerja. Masalahnya, akhir –akhir ini sering terjadi kelangkaan tenaga kerja. Mau tak mau waktu panen pun tertunda, sehingga mempengaruhi susut panen yang menjadi lebih besar. Apa lagi untuk varietas padi yang mudah rontok.

Subtitusi tenaga kerja perlu dilakukan untuk mengurangi susut panen yang besar. Kegiatan panen harus dilakukan di saat yang tepat supaya susut panen bisa ditekan sekecil mugkin. Saat ini telah berkembang penggunaan mesin pemanen. Ini merupakan solusi untuk kelangkaan tenaga kerja dan susut panen yang besar. Umumya, petani menggunakan mesin panen stripper, reaper, dan combine harvester. Pada postingan kali ini yang dibahas adalah mesin panen stripper.

Baca juga :

Mesin Penanam Padi Modern (Rice Transplanter) Kubota SPW48 C

Harga Mesin Perontok Padi Modern Berbagai Merk

Mesin Industri Crusher Ball Mill Penggiling dengan Kekerasan Tinggi

Kubota Mesin Pertanian Modern Combine Harvester Membantu Petani Lebih Produktif

Mekanisme kerja mesin panen stripper adalah dengan cara menyisir tegakan padi yang siap panen kemudian mengambil butiran padi dari malainya dan dimasukkan ke dalam bak penampungan, sedangkan tegakkan padinya ditinggalkan di lapangan. Tegakkan jerami yang ditinggalkan ini menjadi keuntungan bagi petani yang memiliki lahan pasang surut di Sumatra karena mampu memperbaiki kondisi tanah yang bersifat sulfat masam.

Mesin Panen IRRI Stripper Gatherer (SG 800)

 

IRRI stripper gatherer merupakan salah satu contoh mesin panen padi yang dibuat oleh Filiphina. Pada tahun 1993, prototype mesin ini diperkenalkan di proyet GTZ-IRRI dan kemudian diuji coba di berbagai Negara di ASEAN. Di Indonesia uji coba berlangsung hingga tahun 1996 melalui proyek kerjasama (Jurusan Mekanisasi FATETA – IPB, BALITPA Sukamandi, Proyek Pasang Surut ISDP, dan BBP Mektan). Proyek kerjasama juga mendapat bantuan dana dari Jerman GTZ dan proyek IRRI. Kegiatan dalam proyek meliputi:

  • Fabrikasi dan modifikasi
  • Pelatihan bengkel local, pengkajian kinerja
  • Uji banding terhadap system panen lain
Baca Juga :  Mengenal Fungsi, Bagian dan Cara Kerja Mesin Belt Conveyor

Saat pengoperasian IRRI SG 8000 menghadapi kendala yang mana mesin ini tidak mampu beroperasi di lahan yang berair melimpah dan  berlumpur. Di lahan sawah pasang surut dengan ketinggian kurang dari 5 cm mesin masih bisa berjalan dengan lancer, walaupun kondisi lahan sawahnya berlumpur.

Spesifikasi IRRI Stripper Gatherer SG 800

Tenaga                                 : 11 – 13 HP

Bahan bakar                       : Bensin

Bobot                                    : 240 kg

Dimensi (p x l x t)             : 2600 x 1900 x 1300 mm

Kapasitas lapang               : 1 ha / hari

Susut panen                       : < 1% (padi yang tidak rebah)

Kecepatan di lapangan  : 4.3 km/jam

Kecepatan di jalan           : 11 km/jam

Kecepatan mundur         : 3.5 km/jam

Jumlah operator               : 4 orang (panen dan overhauling)

4 orang (perontokan, pembersihan dan pemasukkan gabah dalam karung)

Berdasarkan penelitian oleh C. J. M. Tado dkk pada tahun 2000 menunjukkan bahwa mesin IRRI SG 8000 secara optimum bekerja dengan kecepatan maju 6 km/jam, kecepatan poros drum (rotor) 850 rpm, tinggi mncong mesin 100 mm dibawah ujung malai padi, tinggi poros drum 150 mm dibawah ujung malai padi.

Baca Juga :  Aplikasi Penyiraman Tanaman dengan Pupuk Gardena dan Gandasil D Juga B

Menurut Koes S (1996) dalam penelitiannya, komponen gigi karet penyisir adalah bagian yang sering aus. Padahal, komponenn ini mempengaruhi besarnya losses dan berkaitan dengan komponen sabuk puli dan komponen bearing/lager. Bagian roda besi dan komponen boks penampung merupakan komponen yang perlu perhatian untuk dimodifikasi. Hal ini dikarenakan bagiahn roda besi hubungannya terhadap slip, sedangkan boks penampungan mempengaruhi  turbulensi angin terhadap butir padi tercecer.

Di Indonesia sendiri, terdapat fabrikan yaitu PT Adi Setia Utama Jaya yang mampu membuat dan memodifikasi prototype IRRI SG 8000 yang dinamai Stripper Gunung Biru ST 600. Selain itu, bengkel Usaha Pinrang (Sulawesi Selatan) juga mampu memodifikasi IRRI SG 8000 yang awalnya walking type menjadi riding type. Mesin modofikasi riding type yang dinamai mesin Stripper Chandue sudah diproduksi dan tersebar di Indonesia. Walaupun hasil dari modifikasi namun, kemampuan kapasitas dan kualitas kerja tak jauh beda dengan desain awalnya.

Mesin Panen Stripper Chandue

Cara pengoperasian mesin stripper chandue dengan dikendarai di atas mesin layaknya pengendara mobil. Mekanisme kerja mesinnya sama seperti IRRI SG 8000. Dengan menggunakan mesin stripper chandue jumlah tenaga yang dibutuhkan tidaklah banyak, minimum 6 orang (2 orang mengoperasikan mesin, 2 orang merontokkan ulang/membersihkan, 2 orang memberikan umpan ke mesin perontok serta menampung hasil perontokkan).

Keunggulan dari mesin stripper chandue adalah mekanisme yang sederhana dan meneuveabilitas tinggi. Hal ini dikarenakan mengganti gear box menjadi system transmisi belt pulley.

Spesifikasi mesin panen stripper chandue
  • daya : 13 HP
  • bobot : 260 kg
  • dimensi (p x l x t) : 2800 x 2000 x 1500 mm
  • kecepatan maju : 6 km/jam
  • kecepatan mundur : 6 km/jam
  • konsumsi BBM : 2 – 2.5 L/jam
  • jumlah operator : 4 – 6 orang
Baca Juga :  Agro Techno Park Jadi Percontohan

Mesin Panen Stripper Gunung Biru

Mesin stripper gunung biru merupakan walking type yang mana operatornya mengendalikan di belakang mesin dengan berjalan. Keuntungannya, member kemungnkinan mesin dapat menyisir padi yang rebah, dan menyedot butiran susut yang rontok atau tercecer.

Mesin dilengkapi dengan 2 jenis roda yaitu roda ban karet dan roda besi. Penggunaannya sesuai dengan kondisi lahan, roda ban karet untuk lahan kering sedangkan roda besi untuk lahan berlumpur dangkal. Selain itu juga mempermudah transportasi mesin ke lahan dengan menggunakan roda ban karet.

Mesin stripper gunung biru juga dilengkapi dengan mesin perontok sehingga hasil butiran gabah bersih. Hasil penyisiran langsung rontok dan dilempar ke box penampungan.

Pada kondisi lahan yang sangat berair dan berlumpur dalam, mesin stripper chandue tidak dapat digunakan di lahan. Namun bisa digunakan mode stationary di pinggir lahan layaknya mesin perontok padi. Panen yang dilakukan secara manual dengan sabit atau mesin sabit. Kemudian dirontokkan dengan menggunakan mesin stripper gunung biru.

Spesifikasi mesin stripper gunung biru
  • Daya : 13 HP
  • Bobot : 230 kg
  • Dimensi (p x l x t) : 3200 x 1400 x 1400 mm
  • Kecepatan maju : 2.8 km/jam
  • Kecepatan mundur : 2.5 km/jam
  • Konsumsi BBM : 2 – 2.5 L/jam
  • Jumlah operator : 4  orang

Petani sangat terbantukan dengan menggunakan mesin panen stripper, reaper, dan combine harvester. Dengan mesin panen stripper, petani tidak terlalu kesulitan membelinya, sebab harga mesin lebih murah dari pada jenis mesin combine harvester.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!
Close