Kolam Terpal Sangat Efektif Untuk Budidaya Ternak Lele

Diposting pada

Budidaya ternak lele menjadi primadona para peternak di pedesaan dan di perkotaan. Berkembangnya budidaya lele dengan media terpal ataupun media drum tidak lepas dari kebutuhan pasar lokal dan ekspor. Diperkotaan pun demikian, dengan media drum sangat efektif untuk dimanfaatkan, pula tidak banyak makan tempat.

Diberbagai desa banyak mitra usaha tani yang berikan pinjaman modal untuk usaha ini, semisal pemodal personal, koprasi, Pabrik, PNPM, dan dengan sistem bagi hasil. Keuntungan yang menjanjikan menjadi alasan dalam meningkatkan hasil ternak lele.

Apa Keuntungan Media Kolam Terpal Untuk Ternak Lele ?

Keuntungan media terpal sebagai kolam ternak lele diantaranya:

  • Tidak memerlukan tempat luas, serta bisa disesuaikan dengan lahan budidaya.
  • Biaya yang dikeluarkan minim.
  • Tidak dipengaruhi oleh keadaan tanah, semisal terkontaminasinya tanah dengan zat kimia dan tidak steril dari hama.
  • Mudah dalam hal pengurasan dan ganti air .
  • Mudah dipindahkan jika terdapat hama penyakit.
  • Memantau perkembangan pada lele mudah,
  • Proses panen lebih ringkas dan muda

Memulai Budidaya Ternak Lele Media Kolam Terpal Dapat Mencoba Tips Berikut

Sebelum berencana ternak lele, sebaiknya mempelajari dulu tips tips sukses supaya berhasil panen raya dan meminimalisir kerugian.

Baca :  Kendala Pemasaran Ikan Lele Oleh Petani

Material Yang Dibutuhkan Pembuatan Kolam Terpal

  • Siapkan terpal sesuai ukuran
  • Sediakan Bata atau kayu, bias juga besi untuk penyanggah pojok ditiap sisi
  • Bak benih lele
  • Lem untuk menyambung terpal
  • Ember benih
  • Gergaji
  • Kawat untuk menyambung antar sisi
  • Sekam untuk dasar kolam dan campurkan kompos sapi untuk menghasilkan perkembangbiakan plankton.
  • Tanah Lot/ tanah lempung ; lele sangat suka lingkungan aslinya yakni air yang bercampur tanah liat.

Langkah Awal Budidaya Ternak Lele

 

Kalkulasi terlebih dahulu bibit yg akan ditanam dalam kolam terpal. Sesuaikan dengan jumlah modal yg miliki atau sudah dipersiapkan. Hal ini berkaitan dengan  jumlah bibit dan luas kolam terpal untuk lele.

Langkah kedua Budidaya Ternak Lele

Buatlah perbandingan yang matang untuk mengukur 100 ekor lele per 1 meter persegi luas lahan.

Kemudian hitunglah ketinggian kolam hingga 1,5 m dari dasar kolam terpal. Setelah itu lebar bisa kita sesuaikan dengan bibit lele yang sudah disiapkan.

Langkah ketiga Budidaya Ternak Lele

Sediakan terpal ukuran lebar dan panjangnnya, kemudian tinggi galian tanahnya. Pastikan bahwa masih ada sisa terpal sepanjang setengah meter yang terlihat dari luar. Sebelum pemasangan terpal, pastikan terlebih dahulu kalau tanah yang kita gali sudah bersih dari kerikil dan batu. Ukuran bisa menyesuaikan luas lahan dan model bisa kotak dan bulat. Juga sediakan rangka kolam untuk penguat, bisa dari kayu reng, kayu bambu, atau besi cor ukuran 5.

Baca :  Jenis Lele Bule Albino Ini di Incar Karena Spesies Yang Langka, Apakah Bisa dibudidayakan ?

Langkah keempat Budidaya Ternak Lele

Memasukkan air ke dalam terpal. Air usahakan mengandung banyak plankton dengan metode dicampur dengan kompos sapi, lalu biarkan selama 3 hari. Barulah masukkan bibit ikan ke dalam kolam. Bisa juga air plankton ini terpisah dari kolam terpal yang telah disediakan. Lain waktu kita bahas budidaya lele kolam terpal bioflok, langkah langkah  sukses , pemasaran hasil budidaya ikan lele, dan makanan olahan yang lezat dari daging ikan lele.

key:

Tinggalkan Balasan