Penyakit Blas pada Padi Hama & Penyakit Padi

Ciri Serangan dan Pecegahan Penyakit Blast Daun Pada Tanaman Padi

Diposting pada

Yuk cegah segera! Jangan sampai padi bablas karena blast!. Memasuki musim hujan, Sahabat Pak Tani perlu lebih waspada menghadapi serangan Blast pada padi lho. Jangan sampai sudah dirawat sepenuh hati, namun panen jadi tidak maksimal karena serangan penyakit satu ini.

 

Berikut Adalah Mengenal Penyakit Blast dan Cara Penanganannya :

Penyebab penyakit blas pada tanaman padi  ternyata dari jamur Pyricularia Grisea. Pada awalnya penyakit ini berkembang dan menyerang padi jenis gogo, namun penyakit ini merambah dan menyesuaikan dengan beradaptasi ssampai menyebar ke lahan persawahan irigasi.

Jamur P. grisea ini mampu menginfeksi pada setiap fase bertumbuhnya tanaman padi, yaitu mulai dari proses semai hingga sampai panen, inilah yang harus diwaspadai.

Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun.

Di Fase bertumbuhnya generatif tanaman padi kita, mula-mula tanda gejala penyakit blast ini berkembang di tangkai/leher yang sering disebut  blast leher. Fase  ganasnya penyakit blast leher ini menginfeksi sampai ke bagian gabah dan patogennya terbawa oleh gabah sebagai patogen tular benih (seed borne).

Penyakit blast leher pada padi inin juga banyak orang  menyebutnya busuk leher, patah leher, tekek (Orang Jawa Tengah), kecekik (Orang Jawa Barat).

 

Tidak hanya pada padi, penyakit blast pula bisa menyerang dengan pesat terhadap tana

man gandum, sorgum dan spesies lain se rumput-rumputan. Di lingkungan yang kondusif pun, blast daun ini dapat berkembang  sampai bisa  mematikan tanaman.

Penyakit blast leher bisa menurunkan hasil panen yang drastis, sebab menjadikan leher malai menjadi busuk sampai patah hingga tahap pengisian malai menjadi terganggu dan  jadilah bulir padi tanpa isi atau hampa. Serangan Penyakit blas leher di daerah endemis sering menjadi  penyebab tanaman padi jadi puso.

 

Jadi rajinlah dalam cek kondisi tanaman padi sob ya, pastikan aman dari ciri-ciri serangan blast ini:

– Pada fase vegetatif, jamur penyakit blast ini yaitu Pyricularia grisea membuat bercak cokelat berbentuk belah ketupat, yang disebut BLAST DAUN.

– Pada fase generatif, bisa terjadi pembusukan pada leher malai sehingga padi menjadi puso atau tidak mengeluarkan hasil.

Baca :  Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Super Ampuh Hasilkan Panen Melimpah

Penting ! Penyakit blast bila tidak segera dikendalikan bisa menyebabkan gagal panen lho sob. Oleh sebab itu, yuk simak petunjuk berikut ini:

 

LANGKAH PREVENTIF

Untuk pencegahan, pakai MKP PAK TANI supaya unsur hara NPK yang diserap tanaman lebih berimbang. Cermati ya, unsur yang tidak seimbang, misalnya kelebihan unsur N (Nitrogen) akan mendukung perkembangan penyakit ini lho!

 

LANGKAH PENGENDALIAN

Sahabat Pak Tani bisa menggunakan TORBINOL 480 SC dari pak tani sebagai tindakan kuratif untuk membasmi penyakit blast yang sudah telanjur menyerang serta mencegah penyakit datang lagi.

 

Cara Pencegahan Penyakit Blast Pada Tanaman Padi :

1. Pentingnya Sanitasi Terhadap Lingkungan

Sanitasi adalah menjaga lingkungan sawah dari bersihnya gulma yang mana sering menjadi inang alternatif blast, seperti rerumputan gajah dan selalu bersihkan sisa-sisa dari tanaman padi yang sudah terinfeksi. Langkah ini adalah usaha yang harus diterapkan, sebab patogen bisa bertahan hidup pada inang alternatif dan sisa tanaman.

2. Pemberian Kompos Jerami Padi

Mencampurkan bahan organik seperti jerami sisa panen untuk penyehatan lahan harus dikomposkan terlebih dulu. Pengkomposan jerami bisa menyebabkan miselia dan spora jamur jadi mati, karena naiknya suhu selama proses dekoposisi.

 

Pengendalian Penyakit Blas dengan Teknik Budidaya

  1. Pilih dan Tanamlah Benih yang Sehat

Jamur yang mendatangkan penyakit blast ini bisa menularkan lewat benih. Sangat disarankan pengobatan benih dengan fungisida sistemik, contohnya trisiklazole dengan takaran formula 3-5 g / kilogram benih.

Pengobatan benih bisa dilakukan dengan merendam benih atau pelapisan benih dengan fungisida dianjurkan.

 

  1. Perendaman (Soaking) Benih Padi

Rendamlah benih ke dalam larutan fungisida kurang lebih 24 jam, selama dalam proses rendam larutan yang dituangkan diaduk hingga rata tiap 6 jam.

Perbandingan berat biji dan volume air adalah 1:2 (1 kg benih direndam dalam 2 liter air larutan fungisida). Benih yang telah direndam dikering anginkan dalam suhu kamar diatas kertas koran dan dibiarkan sampai saatnya gabah tersebut siap untuk disemaikan.

  1. Cara Pelapisan (Coating) Benih

Proses ke tiga, benih direndamkan ke dalam air selama beberapa jam, lalu ditiriskan hingga air tidak menetes lagi.

Fungisida dengan takaran yang pas dicampur dengan 1 kg benih basah dan dikocok hingga rata, lalu gabah dikeringkan dan dianginkan di ruang terbuka dengan cara yang sama dengan metodologi perendaman, lalu benih tadi sudah siap disemai.

Baca :  Meningkatkan Produktivitas Bawang Daun Perlu Dilakukan Pemilihan Bibit Unggul

 

  1. Cara Menanam Padi Yang Baik

Jarak tanam usahakan tidak terlalu rapat atau sistem legowo sangat bagus diterapkan ketika keadaan lingkungan tidak menguntungkan bagi patogen penyebab penyakit. Lalu menerapkan pengairan dengan cara berselang (intermiten).

Cara-cara tadi akan mengurangi kelembaban di sekitar kanopi tanaman, juga bisa kurangi terjadinya embun dan air gutasi,  juga menghidarkan gesekan antar daun.

 

  1. Cara Pemupukan

Tanaman yang sudah dipupuk nitrogen ber dosis tinggi bisa sebab tanaman menjadi lebih rentan parah terserang penyakit lebih tinggi, juga pupuk kalium bisa sebabkan tanaman jadi lebih tahan terhadap penyakit blas. Maka dari itu, kami sarankan pakai pupuk nitrogen dan kalium dengan berimbang.

 

  1. Penanaman Varietas Tahan.

Berikut ini adalah macam varietas padi yang tahan dari beberapa ras patogen penyakit blast:  Inpari 21, Inpari 22, Inpari 26, Inpari 27, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, dan Inpago 8.

Usaha lainnya yang perlu diterapkan pada varietas yang tahan adalah jangan menanam padi secara monogenik (1 atau 2 varietas) secara luas dan terus menerus.

Bila padi tersebut ditanam dengan cara terus menerus sepanjang tahun ke tahun, sebaiknya lakukan bergiliran varietas. Beberapa varietas yang berbeda tingkat ketahanannya ditanam satu areal, ini bisa kurangi tekanan seleksi pada patogen, sehingga bisa memperlambat terjadinya ras baru patogen dan patahnya ketahanan jenis varietas.

 

  1. Dosis Menggunakan Fungisida untuk Tindakan Penyemprotan Tanaman

Penerapan benih dengan fungisida untuk pengobatan benih, ini biasanya hanya bisa bertahan dalam 6 minggu, untuk selanjutnya lakukanlah penyemprotan tanaman.

Hasil menerapkan pada beberapa fungisida menunjukkah hasil bahwa fungisida Benomyl 50WP, Mancozeb 80%, Carbendazim 50%, isoprotiolan 40%, dan trisikazole 20% sangat efektif menekan berkembangnya jamur P. grisea. Proses penyemprotan fungisida alangkah baiknya lakukan 2 kali saat stadium tanaman padi anakan sudah maksimal dan awal sudah berbunga.

 

Demikianlah ciri serangan dan langkah-langkah pecegahan penyakit Blast Daun pada tanaman padi, sehingga panen anda tidak gagal karena satu penyakit yang mengganggu ini. Salam petani sukses.