Cara Termudah Pembibitan dan Pemeliharaan Ternak Lebah Madu

Pembibitan lebah madu menjadi tantangan tersendiri bagi peternak madu, sebab selain butuh kesabaran juga ketelatenan dan keberanian. Berikut adalah cara mudah memilih bibit hingga pemeliharaan instensif.

 

Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Bibit lebah yang unggul  di Indonesia yaitu ada dua jenis yaitu :

1. Cerana ( asli lokal )

2. Mellifera ( bibit impor).

 

Perlu diketahui bahwa Ratu lebah adalah kunci dari terbentuknya koloni pasukan lebah, oleh sebab itu pemilihan jenis paling unggul ini supaya di dalam satu koloni lebah dapat memproduksi dengan maksimal.

  • Ratu A. Cerana mampu bertelur 500- 900 butir per hari
  • Ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari

Bila anda ingin mendapatkan bibit unggul, kini sudah tersedia tiga paket pembelian bibit lebah di beberapa penjual / toko:

  1. Paket lebah ratu yang terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.
  2. Paket lebah yang terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.
  3. Paket keluarga inti yaitu terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja dan lengkap dengan 3 sisiran sarang.

 

Cara Perawatan Bibit dan Calon Indukan

Awal mula yaitu lebah yang baru kita beli dirawat dengan cara khusus. Setelah satu hari dibeli, keluarkanlah ratu dan masukkan ke dalam stup yang sudah kita siapkan. Dalam waktu 5-6 hari lebah-lebah tadi jangan diganggu, sebab masih di masa adaptasi yaitu lebih peka di lingkungan yang baru dan tidak menguntungkan bagi lebah. Kemudian barulah bisa dilakukan perawatan dan pemeliharaan secara rutin.

 

Sistem Pemuliabiakan

Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini telah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.

Baca :  Pemanfaatan Limbah Sawit dan Kakao Sebagai Pakan Ternak

 

Baca juga :

Pedoman Teknis Budidaya Ternak Lebah Madu Modern

Hama Penyakit Ternak Lebah Madu dan Bagaimana Cara Mencegahnya ?

Reproduksi dan Perkawinan Lebah Madu

Dalam satu koloni lebah terdapat tiga pembagian tugas kerja, yaitu lebah ratu, lebah pekerja, dan lebah jantan. Lebah ratu dan lebah pekerja berjenis kelamin betina. Lantas apa yang membedakan di antara keduanya? Lebah ratu memiliki alat reproduksi sempurna dan berfungsi. Oleh karena itu, lebah ratu bertanggung jawab dalam proses reproduksi. Sedangkan lebah pekerja, walaupun sama-sama betina namun alat reproduksi mereka tidak berkembang sehingga tidak dapat berfungsi.

Pada saat musim kawin, lebah jantan saling berebut perhatian lebah ratu. Pemenang lebah jantan kemudian kawin dengan lebah ratu dengan memasukkan endophallus-nya. Perkawinan lebah terjadi di udara sekitar 10 hingga 40 meter di atas permukaan tanah. Perkawinan terjadi sangat singkat, sekitar 5 detik.

Setelah proses perkawinan, lebah jantan mati karena perutnya robek setelah menempelkan endophallus-nya pada lebah ratu. Lebah ratu tidak dapat kawin dengan lebah jantan lainnya sampai proses penyaluran sperma selesai.

Lebah jantan pemenang berikutnya dapat kawin dengan lebah ratu dengan cara menghilangkan endophallus sebelumnya dan menggantinya dengan endophallusnya. Begitu juga dengan lebah jantan berikutnya. Menurut penelitian, lebah ratu dapat kawin 6 hingga 24 kali dalam satu periode. Disebutkan juga, lebah ratu dapat menyimpan 6 hingga 7 juta sperma dalam spermatheca (kantung sperma). Lebah ratu yang telah selesai menjalani proses repoduksi kemudian kembali ke sarang.

Disetiap koloni lebah ternyata terdapat tiga jenis lebah, masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Perlu diketahui, kalau alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.

Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.

Baca :  Peluang Bisnis Ayam Kampung Sangat Menjanjikan dari Banyaknya Permintaan

 

Proses Penetasan

Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:

  • Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di pinggir sarang.
  • Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.
  • Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.

 

Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:

  • Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.
  • Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
  • Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.
Baca :  Kiat Sukses Beternak Ayam Potong Pedaging Broiler

 

Pemeliharaan Lebah Madu

 

Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan

Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.

 

Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal serta menjaga kebersihan stup.

Pemberian Pakan

Cara terbaik dalam memberikan makan lebah yaitu kita tempatkan kandang lebah ke lokasi yang banyak bunganya. Jadi akan tersesuaikan dengan musim bunga yang ada di sekitar . Hal yang perlu diperhatikan dalam proses memberi makan lebah adalah :

  • Ketika memindahkan kandang ke lokasi, lakukanlah pada malam hari yakni lebah tidak lagi aktif.
  • Bila jaraknya jauh, maka diperlukan makanan tambahan (buatan).
  • Jarak antar lokasi peternakan minimal 3 km.
  • Luas area ternak, jenis tanaman apa saja yang berbunga dan waktunya kapan musim bunga pohon yang ada di sekitar ternak.

 

Proses penggembalaan ini adalah bertujuan untuk menjaga berkesinambungannya produksi agar tidak menurun secara drastis. Memberikan makanan di luar makanan pokok yaitu bertujuan untuk atasi berkurangnya pakan yang diakibatkan musim paceklik / saat melakukan pemindahan stup saat pemeliharaan ternak. Pakan tambahan memang tidak dapat meningkatkan produksi, akan tetapi bermanfaat untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan lebah. Pakan tambahan bisa dibuat dari gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan adonannya tepung dari campuran bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1 ditambahkan madu seperlunya.