Lele

Budidaya Lele Dalam Tong atau Drum

Budidaya ternak ikan lele banyak metode dan media ternak, salah satunya drum atau tong yang kini banyak diminati untuk menambah penghasilan dari budidaya ternak lele.

Cara Budidaya Lele Dalam Tong atau Drum jadi pilihan karena :

1. Biaya investasi Budidaya Lele Dalam Tong atau Drum murah

2. Lahan tidak perlu lebar

3. Hasil ternak dapat diharapkan

Nama lain Ikan Lele yang dikenal Masyarakat

Ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Baca Juga :  Peluang Usaha Budidaya Ikan Lele Dumbo Menjanjikan

Hewan yang di Amerika Serikat disebut Cat Fish ini benar-benar berpotensi memuaskan hobi memelihara binatang dan mendatangkan pemasukan tambahan bagi Anda.

Budidaya Ternak Lele Pakai  Media Drum / Tong

Budidaya Lele Dalam Tong atau Drum. Kali ini saya menggunakan Drum Plastik bekas, yang mudah didapat di jln barito Semarang, Kalo menggunakan Drum Galvanis lebih murah, tetapi mudah karatan. Drum plastik ukuran 200 liter dapat dibeli seharga Rp.250.000,- Kemudian saya isi dengan tanah + pupuk kandang 0.5 kg

Baca Juga :  C-6 Obat Anti Bakteri dan Ampuh Atasi Penyakit Berat pada Ikan Lele

Drum yang sudah saya isi tanah dan pupuk kandang saya diamkan 2 minggu, keluar jentik-jentik, dan jasad renik. Setelah itu saya masukan benih lele ukuran 7-10 cm, yang dapat dibeli seharga Rp.270,- per ekor.

Setiap Hari 3 Kali Lele diberi Makan Pelet

Untuk dua bulan 2 drum saya menghabiskan 6 Kg Pelet 1 kg pelet Rp. 8000,-

Setelah 3 bulan, lele akan tumbuh dengan ukuran 1 kg berisi 6 – 8 ekor.

Saat ini 1 kg lele dibeli seharga Rp. 20.500,-

Baca Juga :  Teknik Usaha Budidaya Ikan Lele dan Pemasarannya di Kabupaten Sleman

1 Drum lele dapat menghasilkan 30 kg sehingga didapat Rp. 415,-

Saya setiap seminggu sekali mengganti air, karena drum yang saya gunakan tidak menggunakan filter air. Apabila terlambat dalam mengganti air, lele akan muncul ke permukaan. karena air keruh dan berbau amoniak, dapat menyebabkan ikan mati.

Setelah dua bulan, tepatnya tgl 28 Desember 2018 saya bermaksud untuk mengganti air ternyata ada yang beberapa lele yang ukurannya besar.

Untuk sortir dari macam ukuran lele, pisahkanlah ikan lele yang berukuran besar karena yang besar suka memakan yang lebih kecil.

Demikian Budidaya Lele Dalam Tong atau Drum hasilkan lele melimpah dan selamat mencoba semoga berhasil.

Tags

agro

Iklan dan Review produk, anda bisa menghubungi agroniagacom@gmail.com

Related Articles

2 Comments

  1. Terimakasih artikelnya sederhana tapi penasaran pengen coba, namun tolong jelaskan :
    Drum diisi dengan Tanah + pupuk kandang 0,5 kg , yang ingin di tanya, pupuk kandangnya jelas 0,5 kg, tanahnya seberapa gan ? dan ngisi airnya kira2 seberapa tinggi drumnya alias +/- brapa liter air, sok engal di waler ( so cepet di jawab )

Leave a Reply

Back to top button
error: Content is protected !!
Close